Jokowi mengatakana pada Selasa (17/11). Hati-hati terhadap yang namanya vaksin. Harus melalui kaidah-kaidah scientific sehingga penting yang namanya emergency auto researchers yang akan dikeluarkan BPOM, BPOM ini penting sekali.
Baca Juga : Pjs Walikota Blitar Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Blitar dengan Agenda Penetapan Propemperda
Dia menjelaskan butuh waktu sekurangnya tiga pekan untuk menjalani pemeriksaan di BPOM sebelum vaksin dibagikan ke publik. Ia juga menargetkan vaksin dapat segera disuntikkan pada akhir atau awal tahun 2021.
"Setelah datang harus lalui lagi tahapan-tahapan di BPOM, waktunya kurang lebih tiga minggu sampai satu bulan sehingga vaksin bisa disuntik akhir atau awal tahun," ucapnya.
Jokowi juga mengklaim sejumlah rencana terkait produksi vaksin ini masih tergolong baik dan terus mengalami progres yang tepat. Berulang kali mengingatkan jajaran menteri bahwa vaksin covid-19 yang dibeli harus sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin yang akan digunakan di Indonesia juga harus masuk dalam daftar vaksin yang direkomendasi lembaga kesehatan dunia itu.
Berbagai jenis vaksin yang diproduksi sejumlah negara diklaim siap didatangkan ke Indonesia yakni Cansino, G42 atau Sinopharm, hingga Sinovac. Regulasi disiapkan, sementara Majelis Ulama Indonesia juga diminta menyiapkan langkah untuk proses sertifikasi halal.
Di antara beberapa kandidat vaksin yang dibeli di Indonesia, Sinovac sudah menyelesaikan uji klinis fase akhir di beberapa negara termasuk Brasil dan China. Di Indonesia sendiri, uji klinis tahap akhir ditargetkan selesai Desember 2020. Sedangkan Sinopharm sudah menyelesaikan uji klinis tahap akhir di Uni Emirat Arab (UEA) dan Turki. Adapun CanSino sudah selesaikan uji klinis tahap akhir di Kanada, China, dan Arab Saudi.