Baca Juga : Waspada Covid-19, Begini Panduan Pelayanan Pemberkatan Nikah dan Penguburan Jemaat Kristen
PRIA kelahiran Ambon 17 Mei 1963 ini sudah tiga tahun lebih tiga bulan menjadi Ditjen Bimas Kristen. Seluk beluk masalah gereja dan sinode berhasil dilaksanakannya. Perguruan Tinggi Kristen Negeri (PTKN) sudah ditorehkannya di beberapa provinis. NTT, Maluku, dan Sumatera Utara contoh nyatanya.
Terkait anggaran negara yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun tepat sasaran dan digunakan oleh mereka yang berhak. Pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) dilingkungan kerja yang dipimpinnya telah menampakan hasil nyata.
Tak pernah menolak undangan dari komunitas, gereja atau lembaga kristen dan agama lainnya sudah menjadi tabiatnya. Dunia akademi dan kampus yang pernah melekat dalam dirinya menjadi modal kuat melakukan hal tersebut.
Disipilin, tegas, cermat, dan cekatan sudah mengalir dalam dirinya. Hal itu diterapkan dalam keluarganya. Dua anaknya yang bersekolah di perguruan tingi Jakarta, tak diberikan hak istimewanya sebagai keluarga pejabat.
Sebagai pejabat yang mengurusi gereja. Ibadah sebagai warga gereja, sebelum pandemi Covid 19, tak mau ada perhatian khusus baginya. Kepedulian kepada warga disaat wabah juga dengan berbagi.
Ditjen Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury memberikan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan di Ambon.
Terkait PTKNI. Rentang waktu setelah 2 bulan menjabat, sudah terbentuk 2 sampai 3 PTKN. Saat ini terus ditambah. Bahkan, persoalan PTKN yang dulu mungkin dianggap sebagai kendala karena ada beberapa hal yang terpenuhi. Di tangan mantan Dekan FMIPA Unpati, Ambon - Maluku PTKN bisa atasi dan terbentuk.