nasional

Komjen Muhammad Jasin Bapak Brimob Yang Jujur dan Berani

Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:15 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST –Jenderal Soedirman adalah panglima besar yang disegani lawan apalagi kawan. Tegas dan wibawa ada dalam diri sang panglima. Jika ada anak buahnya yang melanggar atau berbuat hal yang tidak patut. Pasti ditegur, bahkan dihukum sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga : MenkumHAM, Yasonna Berikan Sertifikat Intektual Kepada Brimob


SEPERTI menimpa Komandan Polisi Tentara Keamanan Rakyat (PTKR) Keresidenan Surabaya, oknum Mayor Sabarudin. Oknum ini dalam setiap tugasnya kerap berlaku koboi. Tak mau kelakuan negatif ini menjalar dan merembet kepada kesatuan  dan korps lainnya.

Panglima besar memanggil Inspektur Polisi M Jasin selaku Pasukan Polisi Perjuangan (P3) yang berlokasi di Surabaya ke Yogyakarta. Titah dan perintah Soedirman hanya satu, lucuti oknum mayor sewenang-wenang itu. Memang sempat ada pertanyaan dan dialog diantara pemberi dan penerima perintah  yang menjurus kenapa bukan kesatuan tentara yang menanganinya? Namun itu hanya sebentar. Yang jelas, dia melaksanakan perintah dengan penuh tanggung jawab.

Tugas itu berhasil dilaksanakan dengan baik. Oknum mayor koboi ini bersama pasukannya berhasil dilucuti. Bukan hanya itu, segala rampasan harta berupa emas dan berlian  yang didapat Sabarudin dengan melanggar. Diamankan Jasin.

Padahal sebenarnya, Jasin bisa saja mengambil benda berharga itu. Tapi hal itu tidak dilakukan. Penerima perintah itu malah menyerahkan seluruh rampasan itu kepada pemberi perintah.

Nama dan korps P3 melambung.Tetapi, hal itu bukan tujuan utamanya. Melainkan berhasil melaksanakan tugas dan menyelamatkan harta negara yang dirampas, itu sudah lebih dari cukup baginya.

P3 juga adalah cikal bakal dari koprs Brigade Mobil (Brimob) yang berada di jajaran kesatuan kepolisian. Pria kelahiran Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara  1920 inilah yang melahirkan atau bisa disebut Bapak Brimob. Sejak didirikannya pada tahun 1945 sampai sekarang, tugas yang diemban Brimob baik di dalam dan luar negeri tak terhitung jumlahnya. Menjaga keamanan demo, menumpas pemberontakan atau sekarang dikenal dengan kelompok sipil bersenjata, serta meringkus teroris. Brimob telah melaksan semua tugas itu.

Terkait dengan Brimob dan tugasnya. Pada awal September 2020. Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual 91 karya korps Brimob Polri diserahkan MenkumHAM, Yasonna Laoly di Marskas Besar Brimob, Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Jadi Brimob boleh ada sekarang ini dan dikenal luas masyarakat. Karena perintah Panglima Besar Soedirman dilaksanakan dengan baik oleh Muhammad Yasin.

Dalam usia 92 tahun, tepatnya Kamis, 3 Mei 2012 dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal Polisi Muhammad Jasin menghembuskan nafas terakhir di RS Polri Kramat Jatim dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Berarti anekdot tentang polisi jujur dan berani menjadi tiga. Polisi tidur, mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso, dan pendiri plus bapak korps Brimob, Komjen Muhammad Jasin

 

Tags

Terkini