Baca Juga : Rumah Mewah Gatot Nurmantyo Di Sentul Harganya 110 Miliar Rupiah
KEPUTUSAN Gatot itu dianulir Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dengan Nomor KEP/928.a/XII/2017 Tertanggal 2017. Hanya 16 yang tetap dikembalikan ke pos jabatan semula. Diantaranya Pangkostras Letjen TNI Edy Rahmayadi dan 15 PATI lainnya.
Mantan KSAU ini menegaskan bahwa tidak ada istilah like and dislike dalam pembinaan karier prajurit TNI. Hadi mengatakan keputusannya membatalkan rotasi jabatan 16 perwira tinggi (Pati) didasari evaluasi yang berkesinambungan 85 perwira TNI.
Sepertinya, tipikial Gatot adalah orang yang suka melakukan perlawanan terhadap atasannya. Sekalipun itu Presiden. Jejak rekam digitalnya pun berlanjut dengan melakukan perlawanan terhadap Panglima TNI Marsekal Hadi dan KSAD Jenderal TNI Mulyono. Dimana pada bulan September akhir 2018, Gatot melontarkan tantangannya kepada Panglima TNI dan KSAD untuk memerintahkan Nobar film G 30 S PKI. Dan jika tidak berani memerintahkan film itu. Sebaiknya Panglima dan KSAD pulang kampung saja.
Ucapan itu tak seharusnya keluar dari mulut mantan panglima TNI. Apalagi ucapan itu sudah tersebar di berbagai media. Nampaknya, ucapan itu sengaja dilontarkan untuk memancing kericuhan ditubuh tentara. Sepertinya Gatot memang orang yang senang membuat kegaduhan, dan menciptakan musuh bertambah banyak dalam dirinya. Pantasan saja dipecat sebagai panglima TNI, padahal ketentaranya masih aktif.
Untung saja Marsekal Hadi dan Jenderal Mulyono tak terpancing dengan ulah Gatot. Sedangkan tahun 2019 dan 2020 tak ada tantangan kepada Marsekal Hadi dan KSAD Jenderal Andika Perkasa. Mungkin takut kepada Andika yang menantu Jenderal TNI (Purn) Hendropriyono? Boleh dikatakan, Gatot tak Berkutik menghadapi KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa