Baca Juga : Anies Baswedan : Peraturan Cukup Dibaca, Desakan Pendukung Dilaksanakan
SEHARUSNYA, jika Anies tak benar kena positif Covid - 19. Tampilkan Anies dan videokan secara langsung. Pasalnya Ahmad Reza dan M. Taufik mengatakan bahwa keduanya melakukan whatsApp paginya ( minggu 4 Oktober 2020). Ditambahakan Wakil Gubernur menegaskan, melakukan pembicaraan melalui sambungan Handphone. Kesaannya, Anies tidak apa- apa. Alias tidak benar positif Covid - 19.
Jika dalam rentang waktu tanggal 2 Oktober 2020 - 4 Oktober 2020. Pernyataan dari Kebon Sirih (baca : Balaikota), disampaikan oleh Wakil Gubernur. Sehingga tanpa sadar pemberitaan ini mengindikasikan bahwa memang Anies tak berada di Balaikota. Namun, tepisan dan perbantahan tetap saja diucapkan kolega Anies. Bahwa Gubernur tidak apa-apa, sehat dan masih berkomunikasi. Itulah bungkusan komunikasi yang bisa gampang dilacak jejak digitalnya.
Apakah perlu memeriksa Cctv RS Royal Sunter atau melacak keberadaan Gubernur Jakarta dari rentang waktu dari rumah dinas atau balaikota ke RS itu. Namun, apakah perlu dilakukan. Seandainya pelacakannya akurat. Maka dugaan Anies terpapar Korona menjadi hal buruk bagi komunikasi Balaikaota dan kinerjanya semakin dipertanyakan.
Jadi berkatalah Jujur, apa adanya tentang hal itu. Jadi, Gubernur Jakarta Positif atau negatif Covid 19 hanya Anies yang tahu.