Pemerintah tetap fokus pada transformasi sektor kesehatan, pangan dan energi dalam menghadapi perubahan ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19.
"Kita ketahui bahwa penting sekali ketahanan energi, ketahanan pangan, dan ketahanan kesehatan menjadi prioritas kita (pemerintah) dalam menghadapi perubahan yang terjadi karena Covid-19. Karena itu kita konsisten setiap dari perjalanan (kinerja) kami," ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Sabtu (22/8/2020) pasca kunjungannya bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Uni Emirat Arab (UEA).
Baca Juga : Tepis Isu 18 Menteri di Reshuffle, Mensesneg : Presiden Perintahkan Kabinet Fokus Bekerja
Erick menyebut, Indonesia terus menjaga kerja sama bilateral di sektor kesehatan, energi, dan pangan dengan UEA dalam kerangka kepentingan kolektif atau bersama.
Bahkan, di sektor kesehatan, Erick menegaskan bahwa perusahaan Farmasi dalam negeri seperti Kimia Farma dan Bio Farma tidak 'jago kandang'. Melainkan dapat dijadikan partner kerja sama yang baik. Dia bilang, kedua perusahaan farmasi plat merah itu dapat memproduksi bahan kesehatan yang dapat didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia dan negara mitra Indonesia.
"Karena itu, kalau kita lihat pada saat ini Bio Farma dan Kimia Farma yang kita sekarang lakukan kerja sama setelah kemarin Bio Farma. Di sinilah kita memastikan bahwa transformasi dari pada industri kesehatan Indonesia tidak jago kandang tapi menjadi partner yang baik dalam menjaga distribusi baik dalam negeri dan distribusi atas produk produk indonesia di luar negeri," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Erick melakukan kunjungan kerja ke China. Lawatan tersebut untuk memastikan soal kerja sama pembuatan vaksin Covid-19 temuan Sinovac yang akan diproduksi di Indonesia.