NAWACITAPOST.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana untuk menambah kuota mudik gratis tahun 2024 menyusul tingginya minat masyarakat pada program ini.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang telah menyatakan kesediaannya untuk menambah jumlah bus.
"Pada pembukaan pendaftaran sesi kedua, kami akan umumkan tambahan kuota mudik gratis," ujar Syafrin, Selasa (26/3/2024).
Ia berharap pengumuman tambahan kuota dapat dilakukan minggu depan setelah proses verifikasi pendaftar program mudik gratis gelombang pertama selesai. Apabila ada pendaftar yang tidak memenuhi persyaratan, sisa kuota akan dialokasikan untuk pendaftaran gelombang kedua.
Baca Juga: Pungutan Rp 150 Ribu untuk Wisatawan Mancanegara di Bali Belum Maksimal
"Kami akan umumkan kembali sisa kuota untuk tahapan berikutnya agar ada yang mendaftar dan mengisi kekosongan kuota yang tidak memenuhi syarat verifikasi," jelasnya.
Selain menunggu proses verifikasi, pihaknya juga masih menghitung jumlah kuota dan jumlah bus tambahan yang diperlukan. Ia berharap pendaftaran gelombang kedua dapat diumumkan pada pekan depan.
"Dalam gelombang kedua ini, kami akan bekerja sama dengan sejumlah BUMD untuk menambah jumlah bus. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Baznas/BAZIS untuk menyediakan 6 unit bus khusus disabilitas," tambahnya.
Syafrin menegaskan bahwa persyaratan untuk pendaftar mudik gratis pada gelombang kedua tetap sama seperti gelombang pertama, yaitu menyertakan kelengkapan administrasi seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) jika ingin membawa sepeda motor.
Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran Siap Tempur di MK: Otto Hadapi Anies, Yusril Lawan Ganjar
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta sudah membuka pendaftaran mudik gratis pada tanggal 20 Maret 2024 lalu. Namun, hanya dalam waktu tiga hari, kuota mudik gratis telah habis.
Dishub DKI Jakarta menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang tinggi dalam program ini. Meskipun begitu, Dishub meminta maaf kepada warga yang belum mendapatkan kuota, dan memastikan akan membuka kembali pendaftaran jika masih ada kuota yang tersisa.