Staf Ahli Bidang Ketahanan Sosial, Ekologi, dan Budaya Kemenko PMK, Dr. Sorni Paskah Daeli, M.Si., mengatakan kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat pascabencana.
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana perlu diarahkan tidak hanya pada pemulihan dampak, tetapi juga pada penguatan ketahanan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan dengan baik. Penanganan pascabencana harus dilakukan secara terpadu, bukan hanya menyelesaikan dampaknya, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat agar lebih siap menghadapi risiko ke depan,” kata Sorni.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program pemerintah pusat dapat menjawab kebutuhan daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Eliyunus menyatakan Pemkab Nias Barat siap mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat, termasuk di bidang perlindungan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa.
Baca Juga: Jelang Verifikasi Kampung Kreatif Sumut Berkah, Bupati Nias Barat Paparkan Potensi Desa
Pertemuan ini diharapkan memperkuat koordinasi antarpemerintahan, baik dalam penanganan pascabencana maupun percepatan pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Nias Barat menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi demi mewujudkan Nias Barat yang semakin CERAH, yakni Cerdas, Sejahtera, dan Sehat.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Tito Januar Utama, S.E., Perencana Ahli Pertama pada Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial; Muhammad Rafif Hidayatullah, S.M., Analis SDM Aparatur Ahli Pertama pada Biro Manajemen Kinerja, Kerja Sama, dan Sumber Daya Manusia; Sekretaris Daerah; kepala organisasi perangkat daerah (OPD); serta pejabat administrator dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Barat. (Yogi)