nasional

Menkeu Suahasil Nazara: Disiplin dan Kredibilitas APBN Warisan Frans Seda Penyelamat Krisis

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:52 WIB

NAWACITAPOST.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa kredibilitas dan disiplin fiskal dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah badai gejolak ekonomi merupakan nilai krusial yang diwariskan oleh sosok legendaris Frans Seda, Menteri Keuangan periode 1966–1968.
 
Kebijakan tegas dalam menyelaraskan belanja negara dengan kapasitas pendapatan menjadi benteng pertahanan utama saat perekonomian dihantam ketidakpastian.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Menkeu Suahasil saat menyampaikan keynote speech dalam acara Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda yang diselenggarakan di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Kamis (1/10/2026).
 
Baca Juga: Formasi Utama Pulih, Menkeu Suahasil Nazara Siap Pimpin Tiga Wakil Menteri Mengawal Fiskal Negara

Di hadapan para akademisi dan tamu undangan, Menkeu Suahasil menyoroti keteladanan Frans Seda dalam menjaga kepercayaan publik serta menata ulang keuangan negara pada salah satu periode paling dramatis dan bertekanan berat dalam sejarah Indonesia.
 
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Dok. Kementerian Keuangan)
 
Salah satu manuver krusial Frans Seda kala itu adalah menyesuaikan belanja negara secara ketat dengan kapasitas penghimpunan pendapatan demi menghentikan laju hiperinflasi dan memulihkan stabilitas nasional.

“Ini terjadi di Indonesia di tahun-tahun menjelang 64-65 tersebut. Karena itu harus ada keberanian melakukan penertiban belanja, disiplin supaya kredibel," tegas Suahasil.

Lebih lanjut, Suahasil memaparkan bahwa disiplin dan kredibilitas fiskal merupakan instrumen vital yang memberikan ruang navigasi bagi APBN untuk menopang ketahanan ekonomi nasional saat permintaan melemah dan terjadi rasionalisasi harga.
 
Baca Juga: Benteng Ideologi: Wakil Ketua DPRD Nganjuk Jianto Tegaskan Pancasila Kompas Moral Bangsa
 
 
 
 
Prinsip pengelolaan uang negara yang terukur dan berani mengambil keputusan sulit terbukti mampu menjaga daya tahan fiskal dalam jangka panjang.

"Ini sesuatu yang tidak mudah dilakukan, tetapi kalau dilakukan dengan the conviction of courage, itu bagus untuk perekonomian. Tidak langsung, tetapi akan menciptakan kredibilitas yang diperlukan,” ujar Menkeu.

Fondasi kokoh yang dibangun oleh Frans Seda terbukti tidak berhenti sebatas masa baktinya.
 
Nilai-nilai keteladanan tersebut terus membeku menjadi warisan lintas zaman yang tetap relevan saat Indonesia menerjang berbagai krisis besar, mulai dari badai ekonomi 1998, gejolak finansial global 2008, hingga hantaman pandemi Covid-19.
 
 Baca Juga: Formasi Baru Kemenkeu: Suahasil Nazara Pimpin Sinergi Sambut Dwi Wamenkeu Anyar
 
 
 
 
APBN secara konsisten ditempatkan sebagai peredam kejutan (shock absorber) tanpa mengorbankan stabilitas makroekonomi.

“Pembelajaran dari Bapak Frans Seda adalah ketika terjadi gejolak, ketika terjadi masa yang sulit, maka respons yang luar biasa diperlukan. Harus berani mengambil respons yang luar biasa, namun kepercayaan dan disiplin fiskal harus dijaga dan secepat mungkin dipulihkan,” kata Menkeu Suahasil.

Di lingkungan Kementerian Keuangan sendiri, jejak pengabdian Frans Seda terus diabadikan secara terhormat, salah satunya melalui penamaan Gedung Frans Seda di Kompleks Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta.
 
Suahasil menyebutkan bahwa penamaan gedung tersebut berdiri sebagai simbol dan pengingat abadi bagi seluruh jajaran pengelola negara akan pentingnya integritas serta kredibilitas dalam mengarungi dinamika pembiayaan dan risiko.
 
 Baca Juga: Langkah Besar Presiden Prabowo Subianto Kembali Gelar Reshuffle Kabinet ke-7
 
 
 

“Integritas, kredibilitas itu tidak bisa ditawar dalam kita mengelola ekonomi melalui pengelolaan pembiayaan dan juga risiko,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Suahasil berharap agar estafet nilai dan keteladanan Frans Seda terus dirawat serta ditanamkan kepada generasi penerus bangsa.
 
Ia menekankan bahwa meski tantangan ekonomi global dan domestik akan terus berubah seraya menuntut adaptasi kebijakan yang dinamis, kredibilitas dan tanggung jawab fiskal harus senantiasa menjadi fondasi yang tidak boleh tergoyahkan demi menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Tags

Terkini