NAWACITAPOST.COM — Presiden Prabowo Subianto kembali mengambil langkah politik dan birokrasi yang signifikan melalui perombakan posisi pejabat pemerintahan di lingkungan Kabinet Merah Putih.
Pelantikan dan pemberhentian jajaran menteri hingga pimpinan lembaga tinggi negara tersebut digelar secara khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).
Langkah tegas pembantu presiden di jajaran kementerian dan lembaga ini secara resmi mencatatkan sejarah perombakan posisi atau Reshuffle Kabinet ke-7 yang dieksekusi oleh Presiden Prabowo Subianto sepanjang masa kepemimpinannya sebagai Kepala Negara.
Pergantian kepemimpinan dan penataan ulang struktur ini diatur secara resmi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara, serta Keppres Nomor 105/P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
Prosesi perombakan kabinet ini diiringi dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dan diikuti secara bersama-sama oleh seluruh jajaran menteri, wakil menteri, serta pejabat setingkat menteri yang dipercaya memangku amanah baru.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian bunyi dari sumpah jabatan yang dibacakan bersama di hadapan Presiden dan jajaran undangan.
Reshuffle Kabinet ke-7 ini menegaskan konsistensi Presiden Prabowo dalam melakukan evaluasi dan penyegaran performa pemerintahan secara berkala demi efektivitas roda tata kelola negara.
Sebelum perombakan besar hari ini, Presiden Prabowo tercatat sempat melakukan pergeseran strategis di jajaran menteri keuangan, yakni dengan memberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September lalu dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya.
Dalam momentum perombakan kabinet terbaru ini, jajaran menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga yang resmi dilantik untuk mengemban tugas baru meliputi:
- Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM: Bahlil Lahadalia
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Sugiono
- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Dudung Abdurachman
- Menteri Luar Negeri: Arrmanatha Nasir
- Menteri Perindustrian: Muhammad Sarmuji
- Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Dradjad Hari Wibowo
- Wamenkeu: Nurkolisoh Ibnu Aman
- Wamenkeu: Luky Afirman
- Wamentan: Saleh Mustafa
- Wamen Kelautan dan Perikanan: Irwan Meilano
- Kepala Staf Kepresidenan: Listyo Sigit Prabowo
- Kepala Badan Reforma Agraria Nasional: Dedi Prasetyo
- Wakil Kepala Badan Otorita Pantai Utara Jawa: Muhammad Fadil Imran
- Wakil Kepala BPKP: Aryanto Wibowo
- Kapolri Jenderal: Suyudi Ario Seto
- Wakapolri Komjen: Wahyu Hadiningrat
Langkah konsolidasi kepemimpinan nasional ini diharapkan semakin memperkuat akselerasi program-program prioritas pemerintah di bidang energi, ekonomi, keamanan, hingga penegakan hukum secara menyeluruh.