nasional

Menteri Sosial Jualiari P Batubara : Pembelian Rokok Harus Dipersulit

Selasa, 21 Juli 2020 | 07:45 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Menteri Sosial Jualiari P Batubara mendukung upaya pencegahan merokok bagi anak usia dini. Dengan cara mempersulit akses pembelian produk hingga menaikkan harga rokok.

Jualiari P Batubara menyampaikan bahwa faktor tingginya angka perokok anak pada usia dini, akibat dorongan dari anak untuk terlihat lebih percaya diri terhadap lingkungan di sekitarnya.

"Anak-anak itu simpel pemikirannya supaya lebih keren, cool, ingin terlihat lebih tua mereka jadinya nyoba rokok. Meskipun saya bagian pemerintah, akses terhadap rokok ini harus dibatasi. Bahkan di Indonesia menjual rokok secara ketengan (satuan) masih bisa," ujar Juliari saat Webinar Hari Anak Nasional 2020, Senin (20/7).

Baca Juga : Jokowi Bubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19


Juliari menyarankan agar pembelian akses terhadap rokok dapat dipersulit. Salah satunya dengan memastikan batasan pembelian rokok hanya untuk orang 18 tahun ke atas.

"Kita bisa mendorong pemerintah agar larangan akses terhadap rokok khususnya anak-anak di bawah usia 18 itu benar-benar dijalankan. Sehingga anak-anak kita yang ingin coba-coba itu tidak biaa dan lebih baik melakukan aktivitas lain yang lebih produktif," katanya.

Dia mencontohkan, upaya pembatasan akses ini bisa dilakukan dengan menerapkan syarat pembelian rokok bedasarkan keterangan identitas, bisa memakai KTP dan sebagainya.

Juliari turut mendukung upaya menaikkan harga rokok yang dapat dilakukan pemerintah. Dengan tujuan mempersulit akses pembelian terkhusus bagi anak-anak usia dini.

"Jadi saya pikir harga-harga rokok tidak seperti sekarang yang begitu murah. Kalau beli rokok itu sampai 100.000 mereka anak-anak mikir. Uang jajannya cuman berapa jadi simplenya rokok disusahkan untuk akses belinya," jelasnya.

Menurutnya, apabila aturan-aturan tersebut terealisasikan dengan baik. Sudah pasti kurva grafik konsumsi rokok masyarakat Indonesia akan menurun. Walaupun, dia menyadari dampak dari aturan tersebut akan tak disenangi para industri rokok.

Ia menyampaikan bahwa mayoritas produksi rokok saat ini juga telah menggunakan tembakau impor. Sehingga, ia menyarankan sebaiknya petani tembakau berganti jenis tanaman yang dipanen.

"Jadi harus mendesak pemerintah supaya harga rokok dan cukai dinaikan. Ini bukan untuk meningkatkan APBN saja, itu jangka pendek. Jangka panjangnya anak kita terlindungi dari rokok," ucapnya.

Juliari mengungkapkan bahwa rokok dapat menjadi pintu gerbang anak mengenal narkoba.

Tags

Terkini