nasional

Geger Muktamar NU Jombang! Gus Salam Bongkar Dugaan Kiai Dipukuli hingga Peserta Dikarantina

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:38 WIB
Gus Salam saat konferensi pers dugaan penganiayaan di Muktamar NU 2026 di Jombang

 

JOMBANG, NAWACITAPOST.COM — Suasana Muktamar NU di Jombang mendadak menjadi sorotan. Di tengah forum yang seharusnya menjadi ruang musyawarah para ulama dan warga Nahdliyin, muncul dugaan penganiayaan terhadap salah satu peserta muktamar.

Dugaan tersebut diungkap Gus Salam dalam konferensi pers. Ia menyebut korban merupakan salah satu pengurus PC yang diduga menjadi korban pemukulan karena tidak mengikuti apa yang disebut sebagai “arahan akhwa oleh PW.”

Menurut Gus Salam, persoalan tersebut tidak berhenti pada dugaan kekerasan fisik. Ia memastikan kasus itu telah dilaporkan kepada aparat kepolisian.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Jombang,” tegas Gus Salam di hadapan awak media.

Bukan hanya dugaan pemukulan yang dibongkar.

Gus Salam juga mengungkap adanya dugaan pembatasan terhadap sejumlah peserta Muktamar NU. Ia menggunakan istilah “karantina”, lantaran beberapa peserta disebut tidak leluasa meninggalkan lokasi.

Bahkan, menurut keterangannya, ada peserta yang disebut tidak bisa berziarah maupun menemui sanak saudara di wilayah Jombang dan Jawa Timur.

Situasi tersebut menuai kecaman keras.

Gus Salam menilai pembatasan terhadap peserta, terlebih jika menyangkut para kiai, merupakan tindakan yang tidak pantas terjadi dalam forum sebesar Muktamar NU.

“Ini sangat memprihatinkan. Apalagi korbannya para kiai dan peserta muktamar,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut dugaan tindakan tersebut sebagai sesuatu yang “tidak beradab.”

Kini bola panas berada di tangan aparat penegak hukum. Laporan dugaan penganiayaan yang disebut telah masuk ke Polres Jombang diharapkan dapat mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Benarkah ada peserta Muktamar NU yang menjadi korban kekerasan karena persoalan “arahan”? Benarkah sejumlah peserta dibatasi pergerakannya hingga disebut mengalami “karantina”?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut masih menunggu jawaban dan pembuktian.

Halaman:

Tags

Terkini