nasional

Wasapada!Teroris Beraksi Saat Pandemi Covid -19

Rabu, 24 Juni 2020 | 14:23 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST-Karyono Widodo teroris yang mati ditembak polisi di lereng Gunung Lawu adalah bekas pelaku bom Thamrin,  Jakarta, dan bebas pada 2019. Kebebasannya  dari penjara bukan menjadikan dirinya tobat malahan membuat dirinya  istirahat untuk selamanya, Akibat ulahnya menyerang Wakapolres Kabupaten Karanganyar Busroni.

Baca Juga : DERADIKALISASI DAN MENG-INDONESIA-KAN SEL TIDUR ISIS


Bisa jadi dalam pemahaman teroris, seperti karyono, dan karyono-karyono lainnya terpatri bahwa  tujuan utama mereka sebenarnya adalah mati secara syahid. Entah dengan cara apapun, menyerang, meledakan diri dengan bom adalah aksi yang tujuannya dialamatkan kepada aparat negara dan simbol-simbol negara yang bertentangan dengan ajaran mereka termasuk dengan sesama umat yang haluannya berbeda dengannya. Teroris seperti Karyono tak  memikirkan efek dari tindakannya yang bisa merugikan keluarganya termasuk orang tua.

Berkaca dari peristiwa ini sebenarnya sel-sel teroris tak pernah ada kata tidur, mereka selalu bangun dan siap melakukan sepak terjangnya. Pemikiran sederhana dan tidak bisa dibantahkan oleh siapapun adalah rekan-rekannya yang mati harus  ada pembalasan, dan pembalasan pasti terjadi, pikirnya. Ya, kesempatan di pandemi korona,  serta memasuki new normal celah masuknya  sel-sel teroris bangun dan bergerak dari kelengahan aparat kepolisian,bahkan aparat ini menjadi sasaran  utamanya.   Mereka tahu dan sadar bahwa keberadaan Densus 88 selalu mengintai, mengawasi menangkap dan melumpuhkan kegiatan mereka ini  Densus 88 ini tak pernah tidur  selalu bergerak dan bergerak   ke sarang teroris.

Maka,  perlu kita apresiasi  kepada Densus 88 yang dengan cepat telah berhasil melumpuhkan dan mematikan teroris. Dana besar yang digelontorkan pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk Densus 88 tak  perlu kita perdebatkan, sebab sudah terbukti pasukan khusus penanggulangan teroris ini telah nyata berbuat untuk  keamanan Indonesia dari ancaman teroris.

Kembali ke Karyono teroris yang mati  ditembak polisi, bahwa dia ini pernah menjalani hukuman di salah satu lapas di Sumatera,  jelas adik Karyono bernama Rohman.  Rohman melanjutkan,  almarhum terakhir bertemu dengan keluarga pada 2019 saat diantar pulang oleh petugas setelah menjalani hukuman. " Setelah itu tidak pernah berhubungan," imbuh Rohman saat serah terima jenazah dari kepolisian di kamar jenazah RS Bhayangkara Semarang, (ronaldy)

Tags

Terkini