nasional

Kisah Masjid Taqwa Sekayu di Semarang, Sudah Berusia 600 Tahun

Kamis, 14 Maret 2024 | 10:01 WIB
Taqwa Sekayu di Semarang, Jawa Tengah. (X)

NAWACITAPOST.COM - Masjid Taqwa Sekayu menyimpan kisah panjang dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Bahkan, Masjid Taqwa Sekayu diakui sebagai masjid tertua di Jawa Tengah. Pasalnya, masjid ini telah berdiri sejak tahun 1413. Itu artinya, usia Masjid Taqwa Sekayu sudah lebih dari 600 tahun.

Jika merunut beberapa literatur sejarah tentang penyebaran Islam di tanah Jawa, Masjid Taqwa Sekayu ternyata lebih tua dari Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak yang terkenal itu baru didirikan pada tahun 1420, sementara Masjid Taqwa Sekayu sudah tegak sejak 1413, terpaut tujuh tahun lebih awal.

Masjid Taqwa Sekayu terletak di tengah pemukiman Kampung Sekayu RT 05 RW 01 Semarang Tengah, Kota Semarang. Awalnya, masjid ini digunakan sebagai tempat pengumpulan kayu yang akan dijadikan bahan bangunan untuk Masjid Agung Demak.

Baca Juga: Banjir Melanda Kota Semarang, 4 Perjalanan Kereta Api Terganggu

Pada masa itu, Demak sedang dipimpin oleh Raden Fatah sebagai kerajaan Islam terbesar di Jawa. Dewan Ketakmiran Masjid Sekayu, Achmad Arief, menjelaskan bahwa tokoh kunci di balik pembangunan Masjid Sekayu adalah seorang ulama bernama Kiai Kamal, yang merupakan murid dari Sunan Gunung Jati.

"Tokohnya adalah Mbah Kiai Kamal, murid dari Sunan Gunung Jati di Cirebon," ujarnya.

Ketika itu, Kiai Kamal diperintahkan oleh Sunan Gunung Jati untuk mengumpulkan kayu dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk pembangunan Masjid Agung Demak. Masjid Sekayu pada awalnya adalah tempat pengumpulan kayu yang disebut "pekayuan", yang kemudian berkembang menjadi kampung Sekayu seperti yang kita kenal sekarang.

Baca Juga: Mendagri Tito: Gubernur Jakarta Tetap Dipilih Rakyat

Arief menambahkan bahwa kayu-kayu tersebut dikumpulkan dari berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Kedungjati, Ungaran, Ambarawa, Purwodadi, dan Kendal. Kemudian, kayu-kayu itu dikirim ke Demak oleh para santri melalui jalur laut, menuju Morodemak di Demak.

Meskipun telah mengalami beberapa kali pemugaran, Masjid Taqwa Sekayu masih mempertahankan beberapa ornamen asli, seperti empat tiang masjid dan mustaka (kubah) yang masih autentik. Hal ini membuatnya menjadi daya tarik bagi para peneliti, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

"Ada yang datang ke sini untuk membuat film dan melakukan penelitian. Ada yang datang dari Jepang, India, dan berbagai negara lainnya," kata Arief.

Baca Juga: Daftar Lengkap 37 Lembaga Pengelola Zakat Berizin Kementerian Agama

Masjid Taqwa Sekayu telah direnovasi sebanyak empat kali, dan terakhir kali dilakukan pada tahun 2006. Sejarah panjang dan keberadaannya yang monumental kini dapat dilihat dalam sebuah relief yang dibangun di salah satu tembok perkampungan di sisi barat masjid tersebut.

Relief ini menggambarkan proses pembangunan Masjid Taqwa Sekayu dan menjadi bukti nyata dari perjalanan panjang Islam di Jawa Tengah. Relief ini dibangun pada pertengahan tahun 2021 dengan biaya sekitar Rp 119 miliar dari APBD Kota Semarang.

Tags

Terkini