nasional

Presiden RI dan Gubernur Lampung Rapat Virtual Metting Terkait Adaptasi New Normal

Rabu, 10 Juni 2020 | 17:33 WIB
BANDARLAMPUNG, NAWACITAPOST- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengikuti rapat Virtual Meeting terkait adaptasi kehidupan baru (new normal) dalam menghadapi Covid-19, di Ruang Command Center, Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Bandarlampung, Rabu (10/6/2020).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, dan diikuti oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Letjen TNI Doni Monardo, Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, dan Gubernur Se-Indonesia.

Para Menteri Kabinet Indonesia Maju tersebut diantaranya Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menko Bidang Perekonomian, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Panglima TNI, dan Kapolri.

Baca Juga : Gereja GKRI Ringin Sari Tulang Bawang Terbakar Habis

Terkait Adaptasi New Normal, Presiden RI dan Gubernur Lampung Rapat Virtual Metting

Sementara pejabat yang turut mendampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diantaranya Mingrum Gumay (Ketua DPRD Prov. Lampung), Irjen Pol. Purwadi Arianto (Kapolda Lampung), Kolonel Laut Amrul Adriansyah (Danlanal Prov. Lampung), Brigjen TNI Wahyu Hadi (Kabinda Lampung), Chusnunia Chalim (Wakil Gubernur Lampung), Fahrizal Darminto (Sekdaprov Lampung), Marsda TNI Nazirsyah (LO BNPB), Letkol Inf. Erwinsyah Taufan (Kasiops Korem 043/Gatam) dan Pejabat dilingkungan Pemprov Lampung.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya dalam melakukan pencegahan Covid-19.
Presiden Jokowi menuturkan bahwa tugas besar kita belum berakhir. Ancaman masih ada, dan kondisi masih dinamis (Masih ada kasus baru yang turun, masih ada kasus baru yang meningkat, dan ada yang nihil). "Untuk itu, kita harus beradaptasi dengan Covid-19. Adaptasi bukan berarti menyerah atau kalah, tetapi memulai kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan menuju tatanan baru, masyarakat produktif dan aman dari penularan Covid-19," Terang Presiden Jokowi.

Masih menurut penjelasan Presiden, Pembukaan sebuah daerah menuju sebuah tatanan baru, masyarakat produktif, dan aman Covid-19, harus melalui tahapan ketat dan hati-hati.

"Jangan sampai ada kesalahan. Tentunya ini harus dilakukkan dengann hati-hati merujuk dengan fakta yang ada di lapangan," kata Presiden Jokowi.

"Ada 5 Hal dalam menuju sebuah tatanan baru atau new normal, masyarakat produktif, dan aman Covid-19," Ujar Presiden Jokowi.

Pertama, melakukan pra kondisi yang ketat. Lakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif terkait protokol kesehatan, diikuti dengan simulasi yang baik. Sehingga saat kita masuk dalam New Normal, maka sudah betul-betul siap.

"Kedua, berkaitan dengan penentuan waktu. Ini penting sekali dan harus tepat, berdasarkan data yang tepat. Jika daerah ingin masuk new normal, maka diskusikan dengan Ketua Gugus Tugas, terutama melihat perkembangan epimologinya," jelasnya.

Ketiga, lakukan Prioritas. Semua tidak bisa langsung dibuka, tetapi dilakukan secara bertahap.

Keempat, lakukan perkuatan konsolidasi antara pusat dan daerah, Provinsi dan Kabupaten, sampai ketingkat desa. Lakukan perkuat konsolidasj dengan forkopimda, dan melibatkan masyarakat.

"Dan yang kelima yaitu melakukan evaluasi secara rutin,"

Untuk Presiden mengajak untuk bersikap optimistis terkait New Normal.
"Kita harus optimistis bahwa tatanan ini dapat dillakukan dengan baik. Dengan harapan dapat diselesaikan dengan waktu sesingkatnya. Sehingga dapat beraktivitas kembali," ungkap presiden

Sumber : (Adpim)
Koresponden : Ashari Hermansyah

Tags

Terkini