nasional

Uji Sampel Covid-19 di Indonesia masih Jauh dari syarat WHO

Kamis, 28 Mei 2020 | 06:44 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST-  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Suharso Monoarfa mengakui uji sampel di Indonesia masih jauh dari syarat yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO. Indonesia sampai saat ini baru melakukan uji sampel virus corona sebanyak 264.098 melalui tes PCR dan rapid test per 27 Mei 2020. Dengan jumlah penduduk 273 juta, artinya Indonesia baru melakukan tes 967 per satu juta penduduk.

"Apakah itu cukup? Belum. Karena persyaratan yang diminta oleh WHO itu adalah 1 orang per 1.000 penduduk per minggu. Jadi kalau misalnya Jakarta ada 10 juta penduduk, maka Jakarta itu harus punya hasil tes 10 ribu per minggu," kata Suharso dalam konferensi pers usai rapat terbatas, Rabu (27/5).

Baca Juga : Karyawan Korban PHK berhak mendapatkan Uang Pesangon

Suharso mengatakan Jakarta sudah melakukan tes sebanyak 132 ribu dengan 3.100 tes per harinya. Angka tersebut didapatkan berdasarkan tes yang dilakukan selama 12 minggu terakhir atau sejak 2 Maret 2020.

"Realitasnya Jakarta sudah dites di atas 120 ribu. Kira-kira sekitar 132 ribu," katanya.

Dengan Jakarta telah melakukan 132 ribu tes, artinya tes di luar Jakarta masih sangat rendah. Untuk itu eks Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini mengatakan akan mengejar tes di luar Jakarta. "Ini yang ingin kita kejar supaya jumlah tesnya memenuhi syarat," katanya.

Ia menambahkan beberapa kali Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya tes ini. "Bapak presiden berulang kali mengingatkan untuk tes, tes, tes dan tes. Jadi beberapa kali bapak presiden mengingatkan tes," ujar Suharso.

Suharso lalu mencontohkan beberapa negara dalam uji sampel virus corona. Seperti Brasil yang disebutnya baru mencapai 30 persen dari total yang harus dites. Begitu juga uji sampel di India yang baru mencapai 20 persen.

"WHO misalnya mengatakan dengan penduduk 212 juta, Brasil harus pada minggu ke 12 itu harusnya 2.552.000 yang dites, tetapi pada hari ini baru 817. Dan kemudian dengan negara-negara lain itu bisa dihitung," katanya.

 

Tags

Terkini