nasional

Menko PMK : Saat Ini Krisis Ekonomi Di Indonesia Lebih Parah Dibandingkan Tahun 1997,1998

Kamis, 7 Mei 2020 | 12:47 WIB
Jakarta,Nawacitapost.com - Semua elemen masyarakat merasakan dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda indonesia,maupun secara global. Banyak  pelaku usaha micro kecil menengah (UMKM) yang tiba-tiba ambruk duluan dikarenakan mereka tidak bisa lagi berjualan dan tidak  ada lagi daya jual beli. itu lah mirisnya kehidupan yang dialami masyarakat saat ini.

Diketahui bersama bahwa Virus Corona (Covid-19) di mewabah dari China pada Desember akhir tahun 2019, dan virus corona (Covid-19) ini pun secara cepat menyebar di bebarapa negara pada awal tahun dan masuk ke indonesia pada awal bulan maret tahun 2020.

Baca Juga : Menaker Resmi Izinkan Perusahaan Swasta Tunda atau Cicil THR Karyawan

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P mengatakan krisis ekonomi yang terjadi saat ini di Indonesia imbas pandemi virus corona (Covid-19) lebih parah dari krisis ekonomi yang terjadi pada 1998. Rabu (6/5) dikutip dari CNN Indonesia.

selanjutnya Ia pun mengatakan pada saat krisis  ditahun 1998 hanya pelaku ekonomi besar saja yang merasakan dampak paling fatal. Berbeda ketimbang saat ini.

selanjutnya Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa "Dulu tahun 1997,1998 krisis ekonomi kita tidak separah sekarang, karena waktu itu hanya pelaku ekonomi besar saja yang kena dampak sangat fatal, karena mereka ketergantungan terhadap bahan baku impor kemudian kurs dolar dengan Rupiah terjun sangat terjun bebas," kata dia dalam sebuah webinar melalui zoom, Rabu (6/5). dikutip dari CNN Indonesia

Baca Juga : Update Peta Penyebaran Covid-19 di 10 Kecamatan, Kabupaten Nias

Ia melanjutkan, pada 1998, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Indonesia masih perkasa. Namun saat ini, menurut Muhadjir, justru para pelaku UMKM yang ambruk terlebih dahulu.

Penataan ekonomi indonesia harus dilakukan secara berlahan-lahan setelah pandemi covid-19 ini jangan sampai menjurus ke arah resesi atau depresi ekonomi yang berbahaya terhadap masa depan kita," ucap dia

Dalam hal ekonomi macro atau micro , resesi ini dapat mengakibatkan penurunan secara simultan yang berakibat pada aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja,investasi dan keuntungan perusahaan. Dalam situasi covid-19 yang dirasakan oleh masyarakat adalah turunnya harga-harga (deflasi) atau meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam memenuhi kebutuhan pokok dan/atau pun masyarakat saat ini sulit memenuhi pendapatan ekonominya.Jika indonesia mengalami depresi ekonomi yang cukup lama  diakibatkan karna  wabah Covid-19,maka hal ini  sangat berpengaruh pada ekonomi indonesia. (Sis/NWCT)

Tags

Terkini