nasional

Gerindra Desak PT Pertamina dan Kementerian BUMN Turunkan Harga BBM

Selasa, 21 April 2020 | 10:37 WIB
Nawacitapost- Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mendesak PT Pertamina (Persero) dan Kementerian BUMN menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul jatuhnya harga minyak mentah dunia akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Andre mengatakan pemerintah harus cepat menurunkan semua harga BBM untuk mengurangi beban masyarakat di masa krisis corona saat ini. Ia mengusulkan harga BBM pada kisaran Rp4.000 per liter.

"Orang rakyat sudah teriak, masa pemerintah masih kaku sih? Harusnya sekarang sudah Rp4 ribu ya," kata Andre, Selasa (21/4).

Andre mengatakan kisaran harga itu bisa diterapkan untuk semua jenis BBM yang dijual Pertamina. Sebab harga minyak mentah dunia sudah turun drastis hingga ke angka terendah sepanjang sejarah.

Politikus Partai Gerindra itu menyinggung sejumlah negara tetangga yang sudah menurunkan harga BBM jauh di bawah harga yang masih diterapkan Indonesia.

"Nah kami minta Pertamina untuk menurunkan harga minyak di tiga bulan ini ya. Pertama karena minyak dunia sudah turun, kedua karena Covid-19 ini benar-benar memukul rakyat," ujarnya.

Baca Juga : Fraksi PDIP DPRD DKI meminta Anies dan Ahmad Riza Relakan Biaya Operasionalnya untuk Penanganan Corona

Desakan untuk menurunkan harga BBM telah disampaikan dalam rapat antara Komisi VI DPR RI dengan Pertamina, Kamis (16/4) lalu. Andre membuka peluang pihaknya akan kembali memanggil Pertamina dan Kementerian BUMN jika harga BBM belum kunjung turun.

"Kami tunggu jawaban tertulis mereka selama sepuluh hari, kita kaji, nanti kita panggil lagi," katanya.

Sebelumnya, harga minyak mentah dunia turun drastis di tengah pandemi virus corona. Penurunan harga terjadi karena kekhawatiran pasar atas penurunan permintaan minyak akibat pandemi virus corona.

Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) bahkan minus US$37,63 per barel pada perdagangan Senin (20/4). Harga ini merupakan harga terendah sejak NYMEX membuka perdagangan minyak berjangka pada 1985 silam.

 

Tags

Terkini