nasional

Dor! Cekcok Utang Berujung Maut, PNS Metro Tewas Diterjang Peluru OTK!

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:18 WIB

NAWACITAPOST.COM – Malam minggu yang tenang di Kota Metro, Lampung mendadak berubah mencekam. Suara letusan senjata api memecah keheningan Jalan Khair Bras, Metro Barat, tepat di depan sebuah tempat pencucian mobil, Sabtu (23/5/2026) malam. Seorang PNS berinisial DCA (40) meregang nyawa setelah sebutir peluru bersarang di kepalanya.

Tragedi berdarah ini diduga kuat dipicu oleh urusan piutang yang berujung pada aksi koboi jalanan. Saat ini, Tim Gabungan Polda Lampung, tengah bergerak kilat memburu pelaku yang identitasnya sudah dikantongi.

Kronologi Mencekam: Dari Adu Mulut hingga Todongan Senjata

Peristiwa memilukan ini bermula ketika korban, DCA, warga Kelurahan Ganjar Asri, sedang asyik duduk bersenda gurau bersama sejumlah rekannya. Suasana hangat itu seketika runtuh saat pelaku datang dengan tensi tinggi. Niat menagih utang disampaikan dengan cara yang provokatif, memantik ketegangan hebat di antara keduanya.

Baca Juga: Miliaran Dana Korban Bencana Padangsidimpuan Diduga Menguap ke Kantong Pejabat!

Cekcok mulut yang memanas di depan cucian mobil itu meluber hingga ke pinggir jalan. Situasi kian tak terkendali ketika korban, yang tersulut emosi, sempat memukul kepala pelaku sambil melontarkan tantangan fatal: "Tembak kalau berani!"

Tantangan itu disambut dengan tindakan nekat. Pelaku merogoh tas kecilnya, menarik sebuah senjata api, dan tanpa ampun melepaskan tembakan jarak dekat. Dor! Peluru tajam langsung menghantam pelipis kanan korban. DCA ambruk bersimbah darah di atas aspal.

Aksi Heroik Sang Istri di Bawah Ancaman Maut

Di tengah kepanikan luar biasa, istri korban yang berada di lokasi menunjukkan keberanian luar biasa. Ia sempat merangsek maju, mencoba merebut senjata api dari tangan pelaku demi menyelamatkan suaminya. Namun, pelaku yang sudah gelap mata justru mengancam akan menembaknya. Pelaku kemudian melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara sebelum akhirnya tancap gas melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Peluru Bersarang di Tengkorak

Korban sempat dilarikan ke RS Mardi Waluyo Kota Metro, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ahmad Yani karena kondisinya yang kritis. Hasil CT scan menunjukkan ruang medis yang mencekam: proyektil peluru menembus pelipis kanan dan tertanam di bagian belakang tengkorak korban.

Baca Juga: Membongkar DNA Telkom University: Kampus Digital Terbaik Indonesia Berpredikat 'Unggul'

Segala upaya medis telah dikerahkan, namun takdir berkata lain. Sekitar pukul 23.00 WIB, tim dokter menyatakan DCA meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk otopsi mendalam.

Polda Lampung Siap Tindak Tegas, Pelaku Kini Diburu!

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam atas aksi brutal ini. Kasus ini kini menjadi prioritas utama korps bhayangkara.

"Peristiwa ini sedang kami tangani secara serius. Tim di lapangan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk segera diamankan. Kami juga mendalami kepemilikan senjata api yang digunakan," ujar Kombes Pol Yuni, Minggu (24/5/2026).

Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus kepada penyidik yang bergerak berdasarkan alat bukti kuat.

Baca Juga: Kawal Visi Prabowo, BRN Kalbar Desak KPK Beri Kepastian Hukum Kasus Korupsi Orang Nomor Satu

Halaman:

Tags

Terkini