Narasumber berikutnya, Rais Hidayat, menjelaskan pentingnya integrasi antara manajemen dan kepemimpinan dalam mengoptimalkan penerapan deep learning dan pendidikan multikultural.
“Implementasi deep learning memerlukan kepemimpinan yang kuat serta manajemen yang efektif,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif perlu diawali dengan penyusunan kontrak kelas yang difasilitasi oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan konteks masing-masing kelas.
Narasumber ketiga, Yuyun Elizabeth Patras, Guru Besar di bidang Manajemen Pendidikan Dasar, menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan (joyful learning), sekaligus memberikan contoh praktik pengelolaan kelas yang efektif. Ia menegaskan kembali pentingnya kontrak kelas sebagai fondasi dalam manajemen pembelajaran yang baik.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas guru di daerah, sekaligus mendorong pemerataan mutu pendidikan di Kalimantan Barat. Salah satu peserta, Dina Sarpina, guru SDN 10 Air Upas, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sangat antusias mengikuti workshop ini. Para narasumber mampu membangkitkan semangat belajar dengan penyampaian yang menarik dan penuh kegembiraan,” tuturnya.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-40 STT IKAT pada Februari 2026, yang telah diisi dengan berbagai program tridarma perguruan tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk tujuh kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rektor STT IKAT Jakarta, Jimmy Lumintang, melalui sambutan yang diwakili oleh Ketua II STT IKAT. Disebutkan bahwa STT IKAT berkomitmen untuk terus hadir menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendidikan, sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia di Indonesia.