nasional

Mudik Pekerja Bukan Sekadar Tradisi, Menaker Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kepedulian

Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:24 WIB
Menaker Lepas Pemudik Pekerja Panasonic (Foto: Biro Humas Kemnaker)

NAWACITAPOST.COM — Bagi banyak pekerja, mudik bukan hanya perjalanan pulang ke kampung halaman. Di dalamnya ada kerinduan untuk bertemu keluarga, serta harapan mendapatkan ketenangan setelah setahun bekerja. Karena itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa perusahaan perlu memandang mudik sebagai bentuk penghargaan terhadap pekerja, bukan sekadar kegiatan rutin tahunan.

Hal tersebut disampaikan saat Yassierli melepas keberangkatan 1.431 pekerja dalam program mudik bersama di kantor pusat PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2026). Sebanyak 25 bus disiapkan untuk mengantar para pekerja pulang menjelang Idulfitri.

Di hadapan pekerja dan manajemen, Yassierli menilai program ini mencerminkan bahwa hubungan industrial yang sehat tidak hanya bertumpu pada aturan formal, tetapi juga dibangun melalui kepedulian nyata terhadap kebutuhan pekerja.

Ia menegaskan, fasilitas mudik merupakan bukti perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan. Menurutnya, langkah seperti ini patut menjadi contoh bagi perusahaan lain, karena sinergi antara pekerja dan pengusaha menjadi kunci menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan produktivitas.

Lebih lanjut, Yassierli menyebut bahwa perhatian menjelang hari raya memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar penyediaan transportasi. Bagi pekerja, mudik adalah momen penting untuk kembali ke keluarga dengan rasa aman dan dihargai. Sementara bagi perusahaan, ini menjadi cara membangun kepercayaan dan mempererat hubungan dengan karyawan.

Ia juga mengingatkan bahwa perusahaan yang ingin berkembang secara berkelanjutan harus melihat pekerja sebagai manusia, bukan sekadar bagian dari proses produksi. Di balik target bisnis, ada individu yang bekerja demi keluarga dan ingin merayakan hari raya dengan layak.

Menaker turut mengapresiasi peran Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL–KSARBUMUSI yang membantu memfasilitasi program tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara serikat pekerja dan perusahaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan progresif.

Dalam kesempatan yang sama, Yassierli juga menyoroti upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online dan kurir. Ia menyebut pemerintah di bawah Presiden Prabowo telah melakukan 11 kali dialog intensif dengan pihak aplikator.

Baca juga: Posko THR–BHR Tetap Buka Saat Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Kemnaker Pastikan Layanan Siaga

Hasilnya, Bonus Hari Raya (BHR) tahun ini disepakati meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih layak bagi pekerja di sektor ekonomi digital dalam menyambut hari raya.

Yassierli menegaskan bahwa meskipun hubungan antara aplikator dan pekerja bersifat kemitraan, semangat kebersamaan tetap harus dijaga agar semua pihak dapat tumbuh dan sejahtera bersama.

Sementara itu, Komisaris Utama Panasonic Gobel, Rahmat Gobel, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap industri nasional. Ia menilai perhatian tersebut menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam menjaga keberlangsungan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Tags

Terkini