Jakarta, NAWACITA- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Prof. Yasonna H Laoly yang juga sebagai Ketua Panitia Nasional Sail Nias 2019 menyebut Sail Nias 2019 merupakan sebuah kehormatan bagi masyarakat kepulauan Nias.
Saat ditemui dikantornya (Kamis, 25/07/2019), Prof. Yasonna mengatakan bahwa dipilihnya Kepulauan Nias sebagai tuan rumah ajang tahunan Wisata Bahari untuk tahun 2019 atau Sail Nias 2019 akan membantu mempercepat pembangunan dan kebangkitan Nias menuju gerbang destinasi Wisata Bahari Dunia.
Prof. Yasonna menegaskan kepada Kepala Daerah Nias, BPH dan Panitia Munas ke-V HIMNI yang turut hadir pada kesempatan itu, untuk membangun sinergi dalam menyukseskan Sail Nias Tahun 2019 karena hal ini sangat bernilai ekonomis dan sosial.
Sail Nias 2019 akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo
“Sail Nias 2019 sebagai sebuah kehormatan. Dalam Rapat Koordinasi yang dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Panitia Nasional, Utusan Kementrian terkait, Lembaga Polri, TNI, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kepala Daerah Kepulauan Nias tadi pagi, sudah nampak bahwa ada persiapan yang matang, apalagi dalam acara puncak nanti, perhelatan ini akan dihadiri langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo” urai Prof. Yasonna.
KaDa Kepulauan Nias dan HIMNI Harus Bersinergi
Disisi lain, Prof. Yasonna juga menegaskan kepada HIMNI sebagai Organisasi Besar ONO NIHA untuk melanjutkan komitmen yang telah dimulai dengan Launching Nias Pulau Impian, Juni 2016. Program HIMNI dalam mendorong promosi Pariwisata ini telah berbuah dengan pelaksanaan Pesta Yaahowu secara berkelanjutan setiap tahunnya di bulan November.
Kegiatan promosi Pariwisata dengan aktifnya kembali Pesta Ya’ahowu selama 12 tahun ‘mati suri’, memicu Kepala Daerah dan HIMNI untuk bekerjasama membenahi segala sesuatu yang disyaratkan oleh Kementrian Pariwisata untuk menjadikan Kepulauan Nias sebagai Destinasi Wisata Bahari kelas dunia. Dan Sail 2019 adalah jawaban dari harapan tersebut.
Keterlibatan Stakeholder dalam Sail Nias 2019
Menurut Prof. Yasonna, kegiatan ini mesti melibatkan semua pihak, tokoh-tokoh masyarakat Nias dan stakeholder lainnya untuk menyebarkan pesan-pesan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan bersikap ramah terhadap pengunjung. Kalau perlu, alokasikan DAK Daerah untuk pembenahan situs-situs budaya dan wisata yang ada di kepulauan Nias.