NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka Pembinaan Kemandirian, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli memanfaatkan limbah dapur menjadi budidaya maggot yang merupakan salah satu upaya inovatif dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dalam pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Limbah dapur yang sebelumnya hanya menjadi sisa makanan dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, kini diolah secara optimal sebagai media budidaya maggot (larva Black Soldier Fly). Sabtu, 07 Februari 2026.
Melalui kegiatan ini, limbah organik dapur seperti sisa sayuran dan makanan diolah menjadi pakan maggot, sehingga mampu mengurangi volume sampah harian di lingkungan lapas.
Budidaya maggot tidak hanya berperan dalam pengolahan limbah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah berupa maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ikan atau unggas, serta berpotensi memiliki nilai ekonomis.
Kegiatan budidaya maggot ini melibatkan peran aktif WBP sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. WBP diberikan pemahaman dan keterampilan terkait pengelolaan limbah, teknik budidaya maggot, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan pada akhir pekan ini dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang WBP dengan aktivitas positif, sehingga dapat mengurangi kegiatan yang tidak produktif serta meningkatkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan, diharapkan juga dapat menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab, serta dapat menjadi bekal bagi WBP setelah selesai menjalani masa pidana.
Secara keseluruhan, pemanfaatan limbah dapur menjadi budidaya maggot di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli merupakan langkah strategis yang sejalan dengan prinsip pemasyarakatan, yaitu pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku positif, pemberdayaan, serta mendukung program ramah lingkungan di lingkungan lapas.
(Humas Lagusit)