NAWACITAPOST.COM - Bertempat di Gereja Oikumene "Santo Paulus" Lapas Kelas IIB Muara Teweh, Pegawai Balai Pemasyarakatan dan Lapas Muara Teweh merayakan Natal bersama Warga Binaan.
Kegiatan Natal dengan Tema "Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga" dan Subtema "Natal Bagi Mereka yang terlupakan, Wujud Cinta Kasih dan Perhatian Bagi Seluruh Umat Manusia" kegiatan yang penuh khidmat dan sederhana namun penuh makna ini dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025).
Ibadah natal diisi dengan puji-pujian, doa bersama, pembacaan firman Tuhan dan renungan natal yang mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai juruselamat yang membawa keselamatan, pengharapan, dan pemulihan bagi setiap keluarga, termasuk bagi Warga Binaan yang tengah menjalani masa pembinaan di Lapas.
Baca Juga: Kontrol ke Dapur, Kalapas Gunungtua Tegaskan Kebersihan dan Kualitas Makanan
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lapas Muara Teweh, Halason Sinaga dan Kepala Bapas Muara Teweh M Ading Saidhy. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan pembinaan kerohanian di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, kepala Lapas Muara Teweh Halason Sinaga menyampaikan bahwa perayaan Natal merupakan momentum penting untuk memperkuat iman serta mental spiritual Warga Binaan.
“Natal mengajarkan kita tentang kasih, pengampunan, dan harapan. Nilai-nilai inilah yang menjadi bagian penting dalam proses pembinaan di Lapas, agar Warga Binaan dapat memperbaiki diri dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Baca Juga: Perihal TNKB Operasional Jadi Warna Putih, Dua Pernyataan Berbeda Keluar dari KP2KP Nganjuk
Kepala Bapas Muara Teweh M Ading Saidhy menambahkan bahwa pembinaan rohani merupakan fondasi penting dalam sistem Pemasyarakatan. “Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kita berupaya membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih sadar akan nilai-nilai moral dan spiritual, sehingga ketika kembali ke masyarakat nantinya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” tambah Ading.
Perayaan Natal ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian, Rehabilitasi, dan Reintegrasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Muara Muara Teweh, juga merajut iman dan kebersamaan antar WBP dan jajaran pegawai.
(Humas Bapas Muara Teweh)