nasional

Dirjenpas Tinjau Sejumlah Rutan di Wilayah Jawa Tengah

Kamis, 4 Desember 2025 | 20:47 WIB
Dirjenpas Saat Tinjau Sejumlah Rutan di Wilayah Jawa Tengah

NAWACITAPOST.COM - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian ImiPas, Mashudi melakukan rangkaian peninjauan ke sejumlah Rutan di wilayah Jawa Tengah untuk memastikan kualitas pelayanan, pembinaan warga binaan, serta perkembangan pembangunan sarana prasarana.

Kunjungan ini meliputi Rutan Kelas IIB Salatiga, Rutan Kelas IIB Boyolali, dan Rutan Kelas I Surakarta, Senin (1/12/2024).

Di Rutan Kelas IIB Salatiga, Mashudi meninjau langsung kondisi hunian yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas.

Baca Juga: Pendaftaran Magang Nasional Batch III Dimulai Hari Ini, Target 25 Ribu Peserta

“Dengan daya tampung 56 orang namun dihuni 182 warga binaan, persoalan overcrowded menjadi sorotan utama,” katanya dalam keterangan dikutip pada Kamis (4/12/2025).

Ia juga mengecek dapur rutan untuk memastikan standar kebersihan, penyimpanan bahan pangan, serta alur distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan.

Tak hanya itu, blok hunian berstatus cagar budaya turut diperiksa sebagai bagian dari upaya perawatan bangunan bersejarah yang membutuhkan penanganan teknis khusus.

Baca Juga: DPRD Rokan Hulu Rapat Paripurna Penyampaian RKUA PPAS APBD TA 2026 Diserahkan Langsung Bupati Anton Rp1.7 Triliun Dengan 5 Prioritas.

“Keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan menurunnya pelayanan dasar,” ujarnya.

“Pemenuhan kebutuhan harian warga binaan, termasuk layanan hunian dan kualitas dapur, harus tetap diutamakan," imbuhnya.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Rutan Kelas IIB Boyolali. Di lokasi ini, Dirjenpas Mashudi meninjau program pembinaan kemandirian berbasis pertanian, mulai dari budidaya melon sweet lavender hingga penguatan ketahanan pangan melalui kelapa hibrida, cabai, lele, sawi, dan kacang panjang.

Baca Juga: Jaksa Tahan Komisioner Bawaslu Gunungsitoli, Diduga Pungli Honor dan SPPD

“Salah satu capaian yang ditampilkan adalah panen lele sekitar 200 kilogram setiap tiga bulan, yang sebagian hasilnya dibeli vendor bahan makanan sebagai bagian dari alokasi kontrak 5 persen untuk pemberdayaan ketahanan pangan Lapas/Rutan,” tuturnya.

Mashudi juga mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK), tempat warga binaan memproduksi cocoshade dan keset sabut kelapa.

Halaman:

Tags

Terkini