NAWACITAPOST.COM - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh terus memperkuat komitmennya dalam membekali klien pemasyarakatan dengan keterampilan produktif.
Pada Kamis, 4 Desember 2025, Bapas menggelar kegiatan pelatihan budidaya hidroponik di Rumah Hidroponik Griya Abhipraya “Haruan” sebagai bagian dari pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh klien pemasyarakatan yang sedang menjalani program bimbingan. Mereka mendapatkan pelatihan langsung mulai dari pengenalan sistem hidroponik, teknik penyemaian bibit, pembuatan nutrisi, hingga perawatan tanaman dengan metode pertanian modern tersebut.
Baca Juga: Jaga Imunitas, Lapas Kotanopan Bagikan Vitamin Kepada Pegawai
Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi strategi pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan masa depan. “Budidaya hidroponik adalah keterampilan yang relevan dan diminati saat ini. Kami ingin para klien memiliki kemampuan yang bisa menjadi peluang usaha ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Instruktur dari Griya Abhipraya juga memberikan pendampingan penuh selama kegiatan berlangsung. Para peserta terlihat antusias mempraktikkan tahapan-tahapan budidaya sayuran seperti selada dan pakcoy yang memiliki permintaan pasar cukup tinggi.
Koordinator kegiatan menambahkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga penting dalam mendukung ketahanan pangan. “Hidroponik ini sederhana, tidak membutuhkan lahan luas, dan hasilnya cepat. Ini sangat potensial untuk dijadikan usaha rumahan oleh klien pemasyarakatan,” terangnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan hidroponik ini, Bapas Muara Teweh berharap klien dapat lebih siap mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi Bapas dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat pasca pemasyarakatan.
(Humas Bapas Muara Teweh)