nasional

Begal Dibulan Ramadhan Ternyata Hoax, Terlampir klarifikasi dari Kepolisian

Kamis, 16 Mei 2019 | 12:29 WIB
Jakarta, NAWACITA - Aksi kejahatan jalanan belakangan viral beredar informasi di media sosial. Info tersebut diperoleh warganet baik berupa video maupun foto saat segerombolan remaja menunjukan aksi kekerasan. Seperti pembegalan maupun segerombolan pemuda yang kerap berkeliaran membawa senjata tajam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono memastikan kondisi Jakarta dalam status aman. Menurutnya, tidak ada kegiatan menonjol yang bisa menimbulkan ketakutan seperti yang viral di media sosial.

"Itu kasus lama ya, tahun lalu berkaitan gangster-gangster itu yang sudah kita lakukan penangkapan. Itu ada kultur sendiri bahwa dalam suatu kelompok kalau dia lukai orang itu dia akan diangkat jadi pimpinannya," jelas Kombes Argo kepada wartawan, Rabu (15/5/2019).

Inilah yang kemudian menjadi bibit tawuran. Tawuran dilakukan untuk menunjukkan eksistensi kelompok geng.

"Tawuran antar pelajar juga sering terjadi nanti kalau dia udah bisa lukai orang dia dianggap udah paling hebat di sana," ucapnya.

Selain itu, kata dia, petugas juga dipastikan selalu menggelar patroli malam. Biasanya dimulai pukul 23.00 WIB dan berakhir saat subuh. Petugas juga sering melakukan dialog jika menemukan anak-anak yang bergerombolan. Argo menuturkan, sejak awal Mei 2019 hingga sekarang pihaknya tidak menerima laporan satupun terkait broadcast message maupun kabar viral yang menakutkan seperti di media sosial.

“Artinya broadcast yang menakutkan dengan harapan masyarakat resah itu tidak ada,” tegasnya.

Argo menjelaskan, kebanyakan video maupun foto yang belakangan viral di media sosial kebanyakan dari kejadian yang suda cukup lama berlalu. Seperti video seseroang berlari dan dibacok orang, itu kejadian di Kwitang, Jakarta Pusat. Pada saat itu korban bertemu segerombolan orang membawa senjata tajam kemudian terjadi cekcok akhirnya dilukai dan meninggal dunia. Namun pelakunya sudah diamankan polisi.

“Ada yang viral di tempat parkir saling berkelahi. Ini saya tegaskan kejadian di Makassar pada hari Senin malam tanggal 13 Mei antara ojek online dan tukang parkir. Kejadian sudah ditangani oleh polsek Panakukang di Makassar,” imbuh Argo.

Adapula foto yang meperlihatkan tangan putus, Argo memastikan itu terjadi di luar Jakarta tepatnya di Bekasi Utara. Peristiwa terjadi pada 22 Februari 2019 dan sudah ditangani oleh aparat setempat, serta pelakunya sudah ditangkap.

Berikut terlampir klarifikasi dari pihak kepolisisan :

Tags

Terkini