HALLO.ID- RS Mandaya Royal Puri menjalin kolaborasi istimewa dengan Chef Faisal Esach Rifky, finalis MasterChef Indonesia Season 2 sekaligus seorang penyintas kanker kelenjar getah bening (Limfoma Hodgkin Stadium 4) yang menjalani terapinya di RS Mandaya Royal Puri, untuk mengembangkan menu makanan sehat bagi pasien rawat inap di RS Mandaya Royal Puri.
Chef Esach, yang dahulu menjalani rangkaian kemoterapi di RS Mandaya Royal Puri hingga dinyatakan menjadi survivor, kini kembali ke rumah sakit tidak sebagai pasien, melainkan rekan kolaborasi dan inspirasi bagi banyak penyintas kanker lainnya.
Baca Juga: Lapas Amuntai Panen Kacang Panjang, Dukung Program Ketahanan Pangan Kemenimipas
Dengan latar belakangnya sebagai seorang chef dan penyintas, Chef Esach menjadi contoh nyata bahwa kesembuhan dapat membuka babak baru untuk berkarya dan memberi makna bagi sesama.
“Kami sangat tersentuh dengan perjuangan Chef Esach dalam melawan kanker kelenjar getah bening stadium 4-nya di Mandaya. Beliau tidak menyerah, bahkan mampu kembali ke aktivitasnya yang semula," kata kata dr. Ben Widaja, Presiden Direktur Mandaya Hospital Group, di RS Mandaya Hospital Puri, Tangerang, Sabtu (8/11/2025).
"Tentunya ini menjadi contoh yang sangat inspiratif bahwa kanker bukan akhir dari segalanya. Bahkan, saya terinspirasi untuk memulai kolaborasi ini agar cerita Chef Esach dapat diketahui pasien-pasien Mandaya melalui program Sepiring Harapan, yaitu menu pasien yang dibuat secara kolaboratif bersama Chef Esach dan tim dokter gizi Mandaya,”ujar dr. Ben Widaja.
Inspirasi dari Dapur untuk Proses Penyembuhan Pasien
Selain berkolaborasi dalam pengembangan menu sehat, RS Mandaya Royal Puri juga menghadirkan Chef Esach dalam acara gathering komunitas kanker yang digelar pada Sabtu (8/11) di RS Mandaya Royal Puri.
dr.Ben menjelaskan bahwa acara kali ini mengangkat tema pentingnya nutrisi dan asupan gizi untuk pasien kanker dan merupakan kali kelima Mandaya mengadakan acara pertemuan komunitas kanker Geng Macan (Mandaya Advanced Cancer Center) yang berjumlah lebih dari 1.000 pasien dan rutin diadakan setiap tiga bulan sekali sebagai bentuk dukungan berkelanjutan bagi para pejuang dan penyintas kanker.
Baca Juga: Pegawai Bapas Kelas II Muara Teweh Ikuti Sosialisasi Taspen: Pahami Produk, Layanan, dan Hak Pensiun
Dalam acara tersebut, Chef Esach tidak hanya berbagi kisah perjalanan melawan kanker, tetapi juga memandu demo masak yang menampilkan berbagai kreasi makanan sehat untuk pasien kanker.
"Menu yang disajikan menggambarkan bahwa makanan bergizi tinggi dapat tetap menggugah selera, sekaligus membantu pemulihan tubuh dan menjaga energi selama proses pengobatan," bebernya.