Wakil Ketua KPK Klarifikasi Pernyataan Basaria Panjaitan
Jakarta NAWACITA – KPK mengklarifikasi pernyataan unsur pimpinan KPK (komisi Pemberantasan Korupsi) soal potensi uang yang bisa diperoleh Negara sebesar 4000 triliun, sedangkan APBN saat ini berjumlah Rp 2,400 Triliun.
Pernyataan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan itu dikutip capres Prabowo Subianto.
Prabowo menilai hal tersebut diartikan bahwa ada kebocoran uang negara hampir Rp2.000 triliun.
Diketahui, sebelumnya Basaria Pandjaitan menyebutkan, seharusnya, total pendapatan mencapai Rp 4.000 triliun, tetapi kini baru sekitar separuhnya yang diperoleh.
"Perhitungan Litbang KPK, harusnya bisa terima Rp 4.000 triliun, tapi kenyataannya APBN kita Rp 2.000 triliun sekian, jadi hampir separuh, lebih mungkin. Kalau kita maksimal dan benar tidak ada kebocoran, maka Rp 4000 triliun bisa dicapai," ujar Basaria, pekan lalu.
Mengklarifikasi pernyataan Basaria, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pun menjelaskan maksud pernyataan koleganya (Basaria) yang kemudian dikutip capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tersebut.
Saut menyebut pernyataan Basaria disalahpersepsikan.
"Itu kan meng-quoted dari Ibu Basaria. Sebenarnya statement itu lebih banyak datang dari saya. Saya mengatakan Indonesia ini bisa mengumpulkan sampai Rp 4.000 triliun. APBN kita sekarang kan Rp 2.400 T. Kami berdiskusi di banyak tempat, kita bisa mengejar Rp 4.000 T," kata Saut di kantor KPK Jakarta Selatan, Senin (8/4).
Saut menegaskan bila yang disampaikannya itu bukanlah kebocoran.
"Jadi kekurangan sekitar 2.000 triliun, jadi itu bukan kebocoran, (tapi) potensi (pendapatan untuk APBN). Itu bukan soal kebocoran yang disampaikan oleh Ibu (Basaria) itu. Kita itu sebenarnya punya potensi banyak lagi (untuk APBN)," kata Saut.
Saut menjelaskan, salah satu peran KPK dalam mengawal pendapatan negara, contohnya ketika berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak. Saut juga memamerkan upaya KPK ketika DKI Jakarta bisa meningkatkan pajak daerahnya setelah mendapatkan pendampingan lembaga antirasuah itu.
"Jadi kita mengejar (APBN) Rp 4.000 triliun. APBN kita kalau Rp 4.000 triliun nah bayangin tuh berapa lagi MRT yang harus kita bangun," kata Saut.
"Jadi bukan kehilangan itu yang disebutkan. Jadi salah mempersepsikan apa yang disampaikan Ibu Basaria. Jadi itu sebenarnya arti yang mungkin salah persepsi," imbuh Saut.
Dalam beberapa kesempatan Prabowo menyampaikan kebahagaiannya karena KPK disebutnya mengakui soal adanya kebocoran keuangan negara yang kerap disuarakannya. Prabowo mengutip ucapan Basaria tentang kebocoran itu.
"Saya bersyukur alhamdulillah salah satu pimpinan KPK bilang bahwa sebenarnya kebocoran yang dihitung KPK Rp 2.000 triliun. Bahkan ada menteri pemerintah sendiri yang mengatakan loss di sektor tertentu lebih dari itu. Jadi akhirnya yang benar siapa?" kata Prabowo pada Jumat, 5 April lalu.