Jakarta NAWACITA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, program-program kartu, seperti KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang dikeluarkan, bukan berarti pihaknya sedang bermain kartu sejak terpilih pada Pilpres 2014.
Namun, Jokowi menyatakan pihaknya mengeluarkan program kartu, dan bukan main kartu.
“Kami bukan main kartu tapi keluarkan program kartu. Beda kalau main kartu, beda,” kata Jokowi.
Sebelumnya Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said menkritik program tiga kartu sakti Jokowi tersebut.
Sudirman mengatakan, untuk itu, pihaknya akan membuat satu kartu multifungsi yang bisa memuat semua hal. Seperti data diri, hingga jaminan kesehatan dan kartu untuk sekolah gratis.
"Kalau kita kembalikan pada tracknya single identity number KTP dioptimalkan ini ada chip yang bisa memuat segala macam data. Kenapa mesti ada belasan kartu tadi," papar Sudirman di Jakarta, Senin (18/3)
Menurutnya, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Prakerja hingga Kartu Indonesia Sehat yang diluncurkan calon petahana sangat merepotkan anggaran negara.
"Pertama merepotkan, yang kedua anggarannya juga buat apa nyetak kartu-kartu bermacam-macam," ulas dia.
Dengan begitu, lanjut Sudirman, maka semua akan menjadi lebih simpel.
"Kalau kebetulan ke rumah sakit kecelakaan kemudian tiba-tiba ini tidak ketemu sebutkan saja identitasnya. Nomor sekian-sekian itu anda sudah terdaftar berhak atas layanan ini," ungkapnya.
Sementara Jokowi saat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3) kemarin mengatakan, bila terpilih kembali di Pilpres, ia berjanji bakal mengeluarkan program kartu baru, yakni KIP Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako Murah.
"Kami bukan main kartu tapi keluarkan program kartu. Beda kalau main kartu, beda," kata Jokowi
Dalam beberapa kesempatan, Jokowi menyampaikan KIP Kuliah akan diberikan kepada masyarakat yang ingin menguliahkan anak-anaknya, baik lulusan SMA maupun SMK namun terbentur masalah biaya. Ia ingin masyarakat bisa mengakses bangku kuliah lewat program baru tersebut.
Sementara, kata Jokowi, Kartu Prakerja bakal diberikan kepada lulusan SMK, SMA, perguruan tinggi maupun akademi saat sedang mencari pekerjaan. Menurut calon presiden nomor 01 itu, pemerintah akan memberikan pelatihan kepada para pemegang kartu.
Selain itu, para pemegang akan mendapatkan honor dalam kurun waktu tertentu selama yang bersangkutan belum bekerja atau menganggur. Namun, Jokowi belum memastikan berapa besaran honor yang bakal diterima oleh para pemegang Kartu Prakerja, begitu pun dengan mekanisme pengalokasian dananya.
Sedangkan terkait Kartu Sembako Murah, Jokowi menyatakan akan diberikan kepada ibu-ibu yang telah diseleksi untuk mendapatkan kartu tersebut. Menurut Jokowi, ibu-ibu yang memiliki banyak duit tak akan mendapatkan kartu tersebut.
Sebelum digelar Debat Cawapres di Hotel Sultan Jakarta kemarin, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan Sandiaga akan mengalahkan program kartu-kartu ‘sakti’ Jokowi.
Namun, Andre tak menjelaskan secara rinci program yang akan dihadirkan Sandi saat debat melawan calon wakil presiden nomor 01 Ma'aruf Amin.