nasional

Presiden Minta Karyawan Perkebunan Bekerja 10 Tahun Diberi Tanah 1000 Meter

Jumat, 22 Februari 2019 | 11:46 WIB
Jakarta NAWACITA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang pengurus dan perwakilan dari dari Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN) untuk mendengar langsung persoalan-persoalan yang dihadapi para pekerja perkebunan di Indonesia.

Didampingi Menteri Bdan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Presiden menerima para pengurus FSPBUN yang dipimpin ketuanya Tuhu Bangun tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/2) pagi.

Kepada mereka Jokowi meminta agar karyawan dari Perkebunan Nusantara yang sudah mengabdi 10 tahun ke atas bisa mendapatkan lahan 1.000 meter persegi, sehingga mereka mendapatkan ketenangan tinggal di sana dan punya tempat tinggal yang permanen.

FSPBUN merupakan organisasi serikat pekerja yang beranggotakan para pekerja di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I sampai dengan XIV.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan itu kepada wartawan mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi sempat mendengarkan langsung keluhan dari para pekerja perkebunan soal kesejahteraan.

“Presiden menanyakan kepada para pengurus Serikat Pekerja persoalan-persoalan dari perkebunan. Kemudian juga menekankan betul agar Perkebunan Nusantara memperhatikan kesejahteraan karyawan,” tutur Rini kepada wartawan usai pertemuan.

Salah satu upaya yang terpikir lewat dialog tersebut, Rini menjelaskan, ialah dengan memberikan hak kelola lahan bagi para karyawan yang telah mengabdi dan bekerja di Perkebunan Nusantara selama beberapa tahun ke belakang.

“Bapak Presiden meminta kepada saya supaya karyawan-karyawan dari perkebunan ini yang sudah mengabdi 10 tahun ke atas bisa mendapatkan lahan 1.000 meter persegi sehingga mereka mendapatkan ketenangan tinggal di sana dan punya tempat tinggal yang permanen. Komitmen mereka untuk menjaga kebun-kebun ini juga menjadi tinggi,” ucap Rini.

Presiden, lanjut Menteri BUMN, dalam pertemuan itu menitipkan pesan agar aset-aset Perkebunan Nusantara yang jumlahnya mencapai kurang lebih satu juta hektare untuk dapat dijaga sekaligus dikembangkan.

“Sehingga Perkebunan Nusantara itu bisa memberikan kesejahteraan kepada karyawannya maupun masyarakat sekelilingnya dan juga negara,” pungkasnya.

Tags

Terkini