Jakarta NAWACITA – Peringatan Hari Lahir Muslimat NU (Nahdlatul Ulama) di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (27/1) berlangsung dibawah guyuran hujan.
Meskipun hujan cukup deras, namuntak menghalangi kaum wanita NU tersebut untuk tetap berada di lokasi acara. Ibu-ibu Muslimat NU itu tetap berada di tengah stadion Gelora Bung Karno Jakarta, dalam rangka merayakan Hari Lahir (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama ke-73.
Mereka menggunakan payung atau jas hujan sambil bershalawat.
Tak hanya para ibu, 999 penari sufi dari Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin, Takeran, Magetan, Jawa Timur yang akan menghibur para muslimat NU itu, juga tetap bertahan di tengah guyuran hujan yang cukup deras. Ratusan penari Sufi itu sudah siap sejak sekitar pukul 05.30 WIB.
Mereka yang merupakan penampil dalam perayaan Hari Lahir ke-73 Muslimat NU ini tetap berputar seiring lantunan shalawat badar dan shalawat Ya Rasulallah Salamun Alaik yang dibawakan oleh seorang pria di atas panggung diiringi oleh ibu-ibu Muslimat yang duduk di sekeliling tribun GBK.
Menggunakan pakaian yang umum digunakan para penari sufi yaitu tunik dan tenur mereka juga tampak khas dengan penutup kepalanya yakni peci sufi panjang berbahan beludru. Sebagian lagi menggunakan peci hitam. Sementara penari perempuan menggunakan kerudung.
Tarian yang dipentaskan di hadapan para ibu Muslimat itu awalnya diiringi oleh lantunan Shalawat Asygh oleh kelompok gambus El-Kiswah.
Tampak beberapa ibu Muslimat meneteskan air matanya seraya ikut melantunkan shalawat bernada syahdu yang dimahsyurkan oleh Habib Ahmad bin Umar Alhinduan Ba ‘Alawy ini.
Beberapa lainnya juga terlihat antusias dengan penampilan para penari sufi, mereka pun mendekati para penari untuk sekadar menikmati tarian dari dekat atau mengabadikan tarian tersebut.
Tarian tersebut juga dicatat sebagai rekor oleh Museum Rekor Indonesia sebagai tarian sufi dengan penari terbanyak.
Para penari sufi ini akan tampil kembali setelah Presiden RI Joko Widodo hadir ke perhelatan Hari Lahir ke-73 Muslimat NU tersebut.
Mereka kolaborasi bersama Habib Anis Syahab dengan lagu Deen Assalam dan Assalaamualaik.
Diketahui, sejak pukul 02.00 Minggu (27/1) dini hari, para anggota Muslimat NU telah hadir di stadion GBK. Mereka mengikuti serangkaian acara mulai sholat tahajjud, sholat hajat, istighosah dan sholat subuh.
Setelah sholat Subuh, dilaksanakan khataman Al Quran oleh warga NU khususnya Muslimat seluruh Indonesia. Kegiatan khataman Al Quran sudah dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sejak November lalu.
Diperkirakan 100 ribu orang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari sejumlah daerah di Indonesia hadir dalam peringatan hari lahir ke 73 Muslimat NU itu.