nasional

Fotonya Dicatut Posko Prabowo-Sandi di Solo, Gatot Nurmantyo Minta Turunkan Secepatnya

Minggu, 13 Januari 2019 | 18:12 WIB
Solo NAWACITA - Terpampangnya foto Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di spanduk yang dipasang di Posko pemenangan capres Prabowo-Sandiaga menimbulkan protes dari yang berangkutan. Pasalnya pihak yang memasang foto mantan Panglima TNI itu tanpa izin dan persetujuan si pemilik foto.

Dalam akun twitternya, Gatot pun meminta agar foto dirinya yang terpampang pada posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Solo segera diturunkan.

Jenderal bintang 4 ini mengaku tak tahu menahu soal pemasangan fotonya itu. Bahkan, ia mengaku tak pernah dimintai persetujuan atau pemberitahuan.

"Untuk itu, saya mohon agar foto saya diturunkan dari baliho tersebut secepatnya," ujarnya, dikutip dari @Nurmantyo_Gatot, Minggu (13/1).

Tampak pada baliho itu, Gatot masih mengenakan seragamnya lengkap dengan topi saat masih bertugas dalam satuan TNI AD. Foto Gatot 'mejeng' di pojok kiri atas di baliho tersebut dengan tulisan 'Peresmian Kantor Pusat BPN Prabowo - Sandi. Posko BPN Prabowo - Sandi 02'.

Dengan persoalan ini, BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta maaf. Anggota BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyebut baliho itu dipasang oleh relawan di Solo. Pihaknya meminta maaf telah mencatut foto mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam baliho yang dipampang di Posko Pemenangan Solo.

"Kami juga meminta maaf kepada Jenderal Gatot atas tindakan kawan-kawan dan sahabat kami di lapangan yang memang mereka tidak menyadari dan menduga bahwa itu menimbulkan protes," kata Ferdinand di Solo, Minggu (13/1).

Ferdinand menyampaikan relawan di Solo memakai foto Gatot tanpa meminta izin karena yakin mantan Panglima TNI itu satu garis perjuangan meski tak bergabung dengan Prabowo-Sandi.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat itu memastikan BPN sudah menjalankan permintaan Gatot untuk menurunkan baliho itu.

"Kami hormati sikap Pak Gatot, kami sudah perintahkan untuk menurunkan foto Pak Gatot dari seluruh (baliho yang terpasang), kalau masih ada yang lain," ucap Ferdinand.

Ia juga menyebut sebenarnya BPN Prabowo-Sandi telah melakukan pendekatan kepada Gatot untuk bergabung. Gatot dianggap punya basis massa dan pemikiran yang sama dengan paslon nomor urut 02.

"Sebelumnya sudah ada komunikasi yang dilakukan beberapa elite BPN, ya tapi beliau (Gatot) merasa belum waktunya mengambil posisi di 01 atau 02, kami hargai," tambah dia.

Keyakinan bahwa Gatot akan berpihak pada capres nomor urut 2 ini juga diungkapkan oleh Fadli Zon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini sempat mengklaim Gatot akan mendukung pasangan Prabowo - Sandi pada Pemilihan Presiden (pilpres) 2019.

"Saya sih kalau melihat hatinya, kalau merasakan gesturnya, beliau (Gatot) mendukung kita (Prabowo - Sandi). Tapi nanti bergantung beliau untuk menentukan sikapnya," tutur Fadli akhir Desember 2018 lalu.
Sementara Gatot sendiri mengaku belum menentukan dukungan terhadap pasangan capres - cawapres dari kubu manapun. Dikatakannya, dukungannya akan langsung disampaikan dari bilik suara saat pencoblosan pilpres yang digelar April 2019 mendatang.

Tags

Terkini