nasional

Sandiaga Banyak Dengar Keluhan Guru PAUD

Rabu, 9 Januari 2019 | 11:35 WIB
Jakarta NAWACITA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyoroti tingginya biaya pendidikan di Tanah Air. Sandi menilai, salah satu imbas tingginya biaya pendidikan adalah banyak masyarakat yang jenjang pendidikannya tak sesuai dengan usia. Sandi mencontohkan, misalnya, anak usia 9 tahun yang seharusnya sudah duduk di kelas 3 SD, namun masih duduk di kelas 1 SD.

Hal tersebut diungkapkan Sandi saat menghadiri diskusi tentang pendidikan di Mal FX Sudirman, Jakarta, Rabu (9/2) malam.

Sandi menjelaskan, kondisi tersebut di dunia pendidikan, disebut angka partisipasi murni (APM). Wilayah yang APM-nya rendah adalah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Temuan itu semasa dia menjabat Wagub DKI dulu.

"Salah satu PR (pekerjaan rumah) yang paling besar ya di Jakarta, khususnya wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu itu APM-nya itu masih rendah dibandingkan dengan kota metropolis lainnya," ujar Sandiaga.

Dalam diskusi yang dihadiri Guru Besar Universitas Negeri Jakarta Prof Arief Rahman, politikus PAN Tubagus Dedy S Gumelar alias Miing dan para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-DKI Jakarta tersebut, Sandi mengatakan, banyak menerima keluhan dari para guru PAUD se-DKI soal kesejahteraan. Sandi berjanji ke depan, kesejahteraan para guru akan dia perhatikan.

"Tadi banyak masukan juga berkaitan dengan guru PAUD, bagaimana kesejahteraan bisa kita tingkatkan. Untuk memberikan peningkatan kesejahteraan dan pemenuhan hak-hak bagi para guru-guru PAUD, dan juga beberapa rekan guru swasta yang menginginkan bahwa gap yang ada sekarang antara guru-guru swasta dan guru-guru ASN (PNS) itu bisa diperkecil ke depan," papar Sandiaga.

Ia juga menilai, kesejahteraan guru PAUD merupakan suatu hal yang penting. Sebab, menurut mantan Wagub DKI Jakarta ini, hal tersebut adalah upaya mencerdaskan bangsa sebagaimana dalam UUD 1945 harus dimulai sejak usia dini.

"Perhatian kita agar tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa ini betul-betul kita bisa realisasikan dan wujudkan tahun 2019 di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi," ujar Sandiaga.

Tags

Terkini