nasional

Perwanti dan Tokoh Muda Tionghoa Bicara Perihal Imlek di Indonesia

Rabu, 7 Februari 2024 | 11:50 WIB


Jakarta, NAWACITA Post.com - Kata Imlek sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia, Imlek sering di artikan sebagai lebaranya orang Tionghoa di Indonesia.

Imlek berasal dari bahasa Hokian dalam bahasa mandarinnya adalah xīn nián kuài lè bisa diartikan selamat musim baru setelah dilanda musim dingin ke musim semi, dimana warga Tiongkok akan keluar lagi untuk melakukan kegiatan menanam atau bercocok tanam, seperti sayuran jagung dan lain - lain.

Malam menjelang Imlek  untuk orang konghucu mengadakan sembahyang besar sebagai perwujudan terima kasih kepada Tuhan.

Di hari Imleknya biasanya ada tardisi membagi ampao berisi uang kepada saudara dan  handai taulan sebagai bentuk terima kasih atas rejeki yang telah diberikan serta memakai baju baru sebab orang dahulu membeli baju hanya setahun sekali tepatnya di hari raya Imlek tersebut.

Penjelasan tersebut di ungkapkan oleh Tokoh Muda Tionghoa Indonesia Oscar Gomulya, beliaupun menambahkan bahwa makna religius dalam perayaan Imlek adalah ucapan syukur atas nikmat yang telah di berikan Tuhan kepada Umat manusia.

Etnis Tionghoa adalah etnis pengembara yang melakukan kegiatan usaha hampir di seluruh Dunia, China Town ada di San Fransisco san Yokohama Jepang sedangkan di Indonesia diawali dengan proses bercocok tanam Belanda di Indonesia para buruh China didatangkan sebagai buruh sebab pada waktu orang lokal masih sedikit yang bisa bercocok tanam, tanaman yang di budidayakan adalah tebu sebagai dasar membuat gula.

Lama berada di Indonesia akhirnya mereka beranak pinak dan membentuk budaya baru.

"Kemeja encim, bedug dan gambang kromong adalah tradisi lokal yang sudah berbaur dengan tradisi Tionghoa sehingga menjadikan budaya Indonesia lebih beragam," kata Oscar.

Oscar menambahkan, kecintaan orang Tionghoa kepada Indonesia sudah terbukti sebab mereka sebagai bangsa pengembara mempunyai prinsip dimana bumi dipijak disitu langit di junjung misalanya pada masa kemerdekaan toko piringan hitam di jalan Sabang berhasil menggandakan lagu Indonesia Raya  sehingga bisa di publikasikan ke pelosok Indonesia dan dunia serta pada tahun 1928 rumah tokoh Tionghoa di jalan Kramat untuk rapat Sumpah Pemuda.

"Imlek juga dirayakan di Jepang dan negara Asia lainya terutama Asia Tenggara selain itu etnis Tionghoa memang suka berdagang sebagai penggerak ekonomi sehingga bisa memajukan wilayah dimana mereka tinggal", tambah Oscar.

Sementara itu Silvia Tan wakil ketua Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia ( Perwanti) mengatakan bahwa  Di masa imlek adalah waktu kumpul bersama keluarga besar dengan semangat kesadaran kesatuan bukan hanya di lingkaran kecil keluarga kita namun ada lingkaran yg lebih besar sebagai bentuk eksistensi diri kita di dunia.

Rasa syukur itu baiknya kita renungkan dengan menjalankan apa yg dititipkan ke kita dengan baik dan bertanggungjawab di dalam keluarga kecil, keluarga besar, suku dan golongan kita bahkan untuk masa depan anak cucu kita ke depan adalah tanggungjawab dari keselamatan kita sekarang.

Dengan tetap melestarikan budaya Tionghoa sebagai bentuk pendidikan atas asal usul diri kepada anak cucu kita untuk menjalani tujuan dari penciptaan dari setiap insan diri kita sebagai suku Tionghoa di Indonesia, menyelesaikan tugas tanggung jawab kita di dunia ini dengan baik dan berintegritas.

Silvia menambahkan bahwa pada kapan pun masa dipanggil itu datang, kita dapat dengan bangga dan lega karena telah menjalankan misi penciptaan diri kita dengan baik.

" Perayaan Imlek adalah pin point bagi memory kita seperti perayaan-perayaan lainnya dalam hidup untuk mendapat jeda dalam alur waktu hidup kita dan melaksanakanya adalah kontek.kemerdekaan, " tuturnya ( 7/2/2024).

"Setelah Covid selesai kita bisa merayakan Imlek dengan aman di negara yang kita cinta ini, kami Perwanti akan bersinergi dengan siapapun dalam rangka ikut membangun Indonesia, Selamat Imlek semoga kita semua berbahagia," tutupnya.

Tags

Terkini