NAWACITAPOST.COM - Connie Rahakundini Bakrie, pengamat militer dan pertahanan, mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyoroti keberpihakan politik pada pemilihan umum (pemilu) 2024.
Menurut Connie, Jokowi melakukan kejahatan politik melalui pernyataannya, dan menilai bahwa ini merupakan kejahatan terbesar dalam politik.
Dalam diskusi yang diadakan oleh PBHI di Tebet, Jakarta, Connie menyatakan, "Ini yang saya bilang gawat. Gambar kemarin membuat saya merasa presiden sudah tidak mau cuti, tidak mau mundur tapi malah melakukan kejahatan politik. Ini kejahatan terbesar politik."
Baca Juga: Mahfud MD Blak-blakan Rencana Mundur, Jokowi: Saya Sangat Menghargai Haknya
Dia menambahkan bahwa Jokowi telah mengkhianati negara dan sistem demokrasi dengan mencampuradukkan fungsi-fungsi sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, dan kepala rumah tangga.
Connie menganggap bahwa jika presiden terus mendukung dan bahkan menyatakan dukungan dengan memperlihatkan keterlibatan TNI, maka konsekuensi yang harus ditanggung adalah pengunduran diri.
Dia mengemukakan, "Ini bukti dia tidak bisa pisahkan antara menjadi kepala negara atau kepala pemerintahan? Dua fungsi dalam satu individu hanya bisa dipisahkan dengan paham etika."
Baca Juga: KPPS Pemilu 2024 Serentak dilantik Hari ini, Catat Tahapan dan masa kerjanya!
Menurut Connie, Jokowi seharusnya dihukum seberat-beratnya karena menggunakan kapasitasnya sebagai kepala negara untuk campur tangan dalam urusan politik.
"Dan itu punishment-nya kalau tidak dipenjara, ya, death penalty. Sudah disuruh cuti gak mau, mundur nggak mau, malah bisa death penalty. Mending cuti," tegas Connie.
Pengamat ini juga kritik Jokowi yang menggunakan latar belakang atribut TNI saat berbicara, khususnya terkait penyerahan pesawat untuk keperluan TNI. Connie menilai bahwa tindakan ini tidak hanya mengkhianati negara tetapi juga TNI.
Baca Juga: 10 Caleg Diprediksi Lolos DPR RI dari Dapil Jatim 1, Siapa Pilihanmu!
"Saya bukan orang menyimpan dendam, tetapi do not ever try to mess our nation. Jangan pernah mengacak-acak negara. Karena di titik ini mempertahankan kehormatan dan kedaulatan negara sudah bukan urusan TNI/POLRI saja, tapi urusan rakyat Indonesia," tegas Connie. ***