nasional

Walhi Kalteng: Jagung di Food Estate tidak Layak Dipanen dan Dikonsumsi

Kamis, 25 Januari 2024 | 16:42 WIB
Direktur Walhi Kalimantan Tengah, Bayu Herinata (Foto: youtube KompasTV)

Lebih lanjut, Bayu menyatakan bahwa jagung yang ditanam bukanlah bahan pangan yang dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat setempat.

Kondisinya tidak memenuhi standar kualitas dan tidak sesuai untuk kebutuhan konsumsi.

Dalam dialog tersebut, Bayu juga mengungkapkan ketidakjelasan terkait data yang disampaikan oleh Astrio Feligent, Jubir Muda TKN Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Mini Raja Ampatnya Jawa Tengah, Keindahan Wisata Telaga Biru Semin Gunung Kidul Dengan Air Birunya yang Cantik

Dia mempertanyakan basis data yang digunakan oleh Astrio dan mencatat bahwa ada tendensi dari paslon 01 dan 03 untuk melontarkan data yang tidak tepat dan tidak terupdate terkait food estate.

Astrio Feligent, dalam responsnya, menyebutkan bahwa ada kecenderungan untuk memberikan data yang tidak tepat, terutama dari paslon 01 dan 03.

Dia mengakui bahwa pada awal 2023, terdapat keadaan di mana singkong tidak tumbuh karena dampak pandemi Covid-19. Namun, pada akhir tahun 2023, proses penanaman sudah dimulai dengan tujuh hektare jagung dan tiga hektare singkong.

Astrio mengundang pihak yang mengkritisi untuk datang ke Desa Tewai Baru guna memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Empat Kali Debat, Faigiziduhu Ndruru: Prabowo-Gibran Abaikan Etika dan Sopan Santun Sebagai Budaya Luhur Bangsa Indonesia

Dia menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya debat yang tidak produktif dan meminta agar pihak-pihak yang mengkritisi dapat datang untuk melihat langsung ke lapangan.

Pertentangan data antara pihak Walhi dan pihak pemerintah menunjukkan perlunya keterbukaan dan transparansi dalam pelaksanaan program food estate di Kalimantan Tengah untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program tersebut.

 

 

Halaman:

Tags

Terkini