NAWACITAPOST.COM - Puluhan massa yang menyebut dirinya Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKeN) melakukan aksi demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli, Kamis (24/7/2025).
Massa menuntut DPRD agar menyikapi kasus pembuangan limbah B3 Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli. Selain itu, mereka juga mempertanyakan keberadaan para dewan dalam melaksanakan fungsinya.
Usai aksi demo tersebut, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Adrianus Zega, bersama Anggota DPRD dari berbagai Fraksi Partai Politik melakukan konferensi pers di ruang kerjanya.
Adrianus Zega menjelaskan bahwa lembaga DPRD adalah sebagai lembaga publik, dan sebagai lembaga pelayanan masyarakat.
"Siapa pun boleh menyampaikan aspirasinya, tetapi tata cara, kapasitas, tindak lanjut apa yang harus dilakukan, menindaklanjuti itu bahkan cara menerimanya pun harus sesuai dengan peraturan," tegasnya.
Ia mengatakan, sekelompok orang yang mengaku FARPKen ini sudah minta RDP.
"Mereka meminta (RDP) untuk melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan. Tentu dalam mengundang pihak-pihak yang berkepentingan tentu sebagai lembaga formal punya dasar-dasar, punya pertimbangan-pertimbangan dan mengundang instansi," ujarnya.
Baca Juga: Bakti Sosial Kajari Gunungsitoli bersama Pelindo Gunungsitoli dan PLN UP3 Nias di Desa Balale Toba'a
Sambungnya, bahwa bila ada sesuatu hal nanti yang patut ditelusuri dari yang mengatasnamakan masyarakat, maka itu diterima.
"Kita tidak alergi dengan aspirasi atau kritik dan sebagainya," ujarnya.
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh massa sudah terima pihaknya.
"Kita sudah menerima mereka yang saat ini mereka mengatasnamakan masyarakat," imbuhnya.
Namun, kata Adrianus Zega, dari yang disampaikan oleh para pendemo, hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima surat terkait dengan tuntutannya.
"Bukan harus mereka datang di sini, dan kalaupun mereka datang di sini, kami akan menerimanya dengan baik, ruangan saya ini selalu terbuka untuk siapa saja, tetapi sampai hari ini mereka belum pernah datang," terangnya.