NAWACITAPOST.com - Pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji, Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang dikenal sebagai Gus Miftah, mendadak menjadi perbincangan hangat di platform media sosial, X.
Namun, bukan dalam konteks apresiasi akan dakwahnya, melainkan karena tindakannya yang menuai kontroversi dalam lingkup Nahdlatul Ulama (NU).
Sosok yang biasanya dihormati karena peran keagamaannya, kini menjadi sorotan akibat kegiatan kampanye yang melibatkan pembagian uang untuk mendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Tayang Besok di Bioskop, Ini Sinopsis Film Trinil: Kembalikan Tubuhku
Video yang beredar menampilkan Gus Miftah membagikan uang secara langsung kepada jamaah, bahkan dengan cara melemparkannya.
Tindakan ini segera memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, terutama dari para pengguna media sosial.
Zainul Munasichin, salah satu di antaranya, menyuarakan kegelisahannya.
"Melihat bagaimana Gus Miftah berkampanye sungguh miris sekali. Secara terbuka dan bangga ia mempertontonkan politik sbg ajang transaksional utk mendulang dukungan suara. Banyak kiai NU yg resah melihat perilaku politik Gus Miftah ini," tulisnya di platform X.
Baca Juga: Sejumlah Tokoh Doakan Rizal Ramli, Selamat Jalan 'Rajawali Ngepret'
Warganet lainnya juga menyuarakan kekecewaan atas tindakan yang dianggap bertentangan dengan prinsip dan ajaran dakwah Islam.
"Hallo Miftah. Benarkah ini video anda? Kalau benar betapa anda sudah merusak jalan Dakwah yang diajarkan oleh Rasul. Jauh dari adab dalam berdakwah," tulis @Dedenkomara18.
Reaksi dari para Nahdliyin lainnya juga secara terang-terangan mengekspresikan kekecewaan atas praktek bagi-bagi uang yang dinilai sebagai bentuk money politik dalam kegiatan pengajian yang seharusnya menjadi momentum untuk memberikan teladan kepada jamaah.
Baca Juga: 5 Kuliner Khas Magetan Terpopuler yang Menggugah Selera, Rasanya Bikin Nagih
"Sebagai Nahdliyin kecewa dengan Gus Miftah yang berkampanye uang atau money politik dalam kegiatan pengajiannya yang seharusnya sebagai tokoh agama harus bisa menjadi percontohan jamaahnya, beliau malah berkampanye money politik," tulis @ngawulo_santri