Jakarta NAWACITAPOST - Tim Pemenangan Nasional paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD melaporkan adanya tindak kekerasan yang dialami oleh sejumlah relawan di beberapa daerah .
Hal itu diungkap oleh Deputi Hukum TPN Todung Mulya Lubis dalam acara konsolidasi akhir tahun di Jakarta, Sabtu (30/12) malam.
Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka berat akibat penganiayaan yang disebut Todung sebagai tindak kekerasan yang tidak dapat diterima.
Baca Juga: 15 Oknum TNI Pengeroyok Relawan Ganjar-Mahfud Ditahan, Brigjen Kristomei: Tindak Tegas Sesuai Hukum!
Menurut Todung, satu orang yang meninggal berasal dari Klaten dan tewas di rumah sakit.
Korban tersebut adalah seorang relawan pendukung Ganjar-Mahfud yang diduga menjadi korban kekerasan dari pendukung pasangan calon yang berbeda.
Todung juga mengungkapkan bahwa empat korban lainnya mengalami luka-luka akibat penganiayaan oleh oknum TNI di pos TNI setempat.
Baca Juga: Gawat! Relawan Ganjar-Mahfud Jateng dikeroyok Oknum TNI
Dalam konteks ini, Todung mendesak Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, untuk segera mengambil tindakan tegas dan mempertanggungjawabkan secara hukum mereka yang terlibat dalam kekerasan tersebut.
"Dalam kasus ini, kami ingin minta kepada Panglima TNI untuk mengambil tindakan yang tegas dan memastikan pertanggungjawaban hukum bagi mereka yang melakukan tindakan kekerasan ini," ungkap Todung di Djakarta Theater, Jakarta.
Todung juga meminta agar pihak kepolisian dan TNI melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden ini.
Dia menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan mengingatkan akan dampak serius terhadap keamanan dalam pelaksanaan pemilu dan pilpres jika kejadian semacam ini terus berlanjut atau bahkan bereskalasi.
"Kami sangat prihatin dan sedih. Apakah kita akan memiliki pemilu dan pilpres yang damai jika kejadian semacam ini terus berlanjut atau bahkan bereskalasi? Ini tidak bisa dibiarkan," tegas Todung Mulya Lubis. (BNW))