Sebagai bentuk penghormatan, Korea Utara berencana mendirikan sebuah monumen di Pyongyang untuk mengenang keberanian para prajurit, serta menyiapkan kebijakan khusus guna memperhatikan keluarga para tentara yang terlibat.
Meski begitu, KCNA tidak mengungkap jumlah pasukan yang dikirim ke garis depan. Media tersebut juga menyebut adanya kemungkinan bahwa sebagai imbalan atas dukungan militer ini, Korea Utara akan menerima bantuan teknis pertahanan dari Rusia.