NAWACITAPOST.COM - Pagelaran Wayang Kulit kembali hadir menyapa masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat dalam sebuah acara budaya yang dikemas dalam semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bekasi (HJKT) ke-28, sekaligus menjadi ajang tasyakuran atas kemenangan Tri Adhianto dan Abdul Harris Bobihoe sebagai sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi.
Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk menyambut Halal Bihalal tahun 1446 Hijriah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ketua Umum KASTRI, Ibnu Widodo, dan akan berlangsung di Taman Plaza Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, pada hari Sabtu, 12 April 2025.
Acara akan dibuka sejak pagi hari pukul 09.00 WIB dengan bazaar UMKM yang menyediakan berbagai produk lokal. Suasana diperkirakan akan semakin semarak menjelang malam hari, ketika pementasan wayang kulit mulai digelar pada pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Ki Gunarto Gunotalijendro akan memimpin pertunjukan malam itu dengan membawakan lakon "Wahyu Makuto Romo", didukung oleh penampilan sinden Nova Christin. Sebelum pertunjukan dimulai, akan dilangsungkan beberapa sesi acara pembuka.
Tarian Gambyong akan ditampilkan oleh lima penari sebagai bentuk apresiasi terhadap seni tari tradisional. Pertunjukan ini berlangsung dari pukul 20.25 hingga 20.40. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang turut didampingi oleh Harris Bobihoe.
Dalam kesempatan ini pula akan dilakukan penyerahan tokoh wayang oleh Mery Herawati kepada dalang sebagai simbol dimulainya pementasan. Pagelaran wayang kulit menjadi penutup sekaligus puncak dari seluruh rangkaian kegiatan. Masyarakat diundang untuk hadir dan menikmati suguhan seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai budaya dan pesan moral.
Baca Juga: Program “Sayang Bunda”: Langkah Baru Pemkot Bekasi Peduli Perempuan Lansia
Acara ini menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya tradisional yang dikemas dalam semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Dengan memadukan unsur seni pertunjukan yang kaya akan simbolisme dan filosofi hidup, acara ini mengajak setiap penonton untuk merenung, sambil menghargai kebijaksanaan yang terkandung dalam setiap lakon.