NAWACITAPOST.COM - Lapas Padangsidimpuan manfaatkan lahan branggang sebagai sarana asimilasi dan edukasi bagi warga binaan di bidang pertanian. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan baru kepada Warga Binaan, membantu mereka mengembangkan keterampilan berkebun, serta memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat setelah mereka bebas nanti. Selasa, 08 Mei 2025.
Salah satu program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan adalah Ketahanan Pangan yang diterapkan merupakan pembelajaran praktik pertanian, di mana Warga Binaan diberikan pengetahuan dan keterampilan langsung di lapangan. Mereka diajarkan cara menanam, merawat, dan memanen berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran hingga bawang merah.
Kepala Lapas Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan reintegrasi WBP ke dalam masyarakat. “Kami percaya bahwa memberikan keterampilan yang berguna dan mendukung keberlanjutan hidup adalah kunci, untuk mengubah hidup mereka setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan,” kata Mathrios.
Baca Juga: Panen Raya, Gubernur Banten Andra Soni Pastikan Harga Gabah Kering Panen Rp6.500/Kg
Diharapkan dengan adanya inovasi ini, Lapas Padangsidimpuan dapat memberikan dampak positif yang lebih besar baik bagi para Warga Binaan maupun masyarakat sekitar.
(Humas Lapasid)