NAWACITAPOST.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Andi Akmal Pasluddin, menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulses).
Pada kunjungan kerjanya ke beberapa kabupaten di Sulsel, termasuk Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng, dan Bone, Andi mencatat bahwa walaupun beberapa daerah menghadapi kesulitan serupa, kondisi di Bone dan Wajo lebih memprihatinkan.
"Anda bisa melihat kesulitan atau kelangkaan BBM di banyak daerah, namun situasi terparah berada di Kabupaten Bone dan Wajo," ungkap Andi, dikutip Jumat (22/12/2023).
Baca Juga: PKS Desak Kemenhub Tindak Pelanggaran Tarif Maskapai di Tengah Liburan Nataru
Politisi PKS ini menyatakan bahwa kelangkaan BBM bersubsidi ini memiliki dampak besar terutama pada sektor-sektor vital seperti pertanian, perikanan, dan transportasi umum. Menurut Andi, salah satu faktor utama masalah ini adalah penyalahgunaan subsidi oleh oknum tertentu.
"Solar yang seharusnya digunakan oleh petani, nelayan, dan angkutan umum telah disalahgunakan," tegasnya.
Andi juga menyampaikan kecurigaannya terkait modus operandi yang berlangsung. Ia menduga adanya pembelian BBM subsidi oleh oknum tertentu untuk dijual kembali, khususnya di Morowali.
Baca Juga: Jumat Berkah: Resep Kebahagiaan di Dunia dan Akhirat dari Gus Baha
"Tampaknya ada indikasi bahwa BBM bersubsidi dibeli oleh sekelompok orang dan diarahkan untuk diperdagangkan kembali, terutama di Morowali," ungkap Andi.
Karena itu, ia mendesak pemerintah untuk segera bertindak cepat dan efektif mengatasi permasalahan ini. Dia menekankan perlunya pengawasan ketat dalam distribusi BBM subsidi untuk memastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada penerima yang tepat.
Andi juga mendorong semua pihak terlibat untuk bekerja sama mencari solusi yang tepat guna mengatasi kelangkaan BBM subsidi di Bone dan daerah sekitarnya.
Baca Juga: Lisa Blackpink Pulang Kampung ke Thailand, Outfitnya Jadi Sorotan Netizen
"Langkah cepat dan tepat dari pemerintah dan semua pihak terkait sangat diharapkan guna menyelesaikan permasalahan ini," tutup Andi.