NAWACITApost.com – Marinem merupakan wanita 54 tahun yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), ia pun mendapat pendampingan untuk program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) berupa alat pengaduk atau mixer.
“Iya, walau pun belum maksimal bantuan program PENA cukup membantu memproduksi roti-roti yang diproduksi setiap hari setidaknya membantu untuk mengaduk adonan roti,” ungkap Marinem dilansir dari situs Kemensos pada Rabu, (06/12/2023).
Ia bercerita sebelum mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui program PENA, penghasilannya berkisar Rp 1,2 juta perbulan dari berjualan keliling burger harga hemat ke sekolah-sekolah.
“Kulo seneng soalnya bantuan PENA telah meningkatkan penghasilan dari Rp 1,2 juta menjadi 3,5 juta perbulan dan produksi ditambah jadi 3 varian roti selain burger harga hemat yang lebih dulu dijual,” ucapnya.
Rasa syukur pasutri tersebut dengan pindah rumah ke samping rumah lama, karena rumah lama rusak karena memiliki anak yang memiliki keterbelakangan mental dan sering merusak barang-barang di sekitarnya.
“Mengumpulkan uang dan akhirnya pindah ke samping rumah lama yang lebih bagus, berkat usaha roti yang laris manis dan terus berkembang, ” katanya.
Setelah menerima program PENA selain didampingi pendamping, Marinem dan suami terus melebarkan penjualan roti dan hingga kini sudah 30an warung dan 4 toko yang menerima penitipan roti-roti yang diproduksinya.