Warsito menambahkan, pendidikan di Indonesia kemudian juga diarahkan pada kompetensi berwirausaha dan juga pemagangan di UMKM yang digerakkan tidak hanya oleh kebijakan pusat, tetapi juga oleh Pemerintah Daerah dan Kadin Daerah.
“Kini, vokasi tidak hanya digerakkan oleh kebijakan pusat, tetapi juga oleh Pemerintah Daerah, dan Kadin Daerah. Salah satu yang menjadi poin pada transformasi ini adalah dengan mengubah pendekatan dari supply driven menjadi demand driven”, tambahnya.
Forum ini diharapkan dapat menjadi media diskusi untuk berbagi informasi terkait kondisi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi di perguruan tinggi Indonesia. Pelaku vokasi yang ada memahami regulasi yang ada sehingga bisa berperan aktif dalam revitalisasi pendidikan vokasi, sedangakan kebijakan dan regulasi di ilhami dari Jerman, dengan demikian, hendaknya pertemuan ini di tindak-lanjuti dengan Technische Universitaet Dresden khususnya serta negara Jerman secara umum. Kemenko PMK dan TKNV siap mengkoordinasikan serta memfasilitasi kerjasama yang akan dilaksanakan.
Deputi Warsito menginfokan, Kemenko PMK sendiri telah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Federal Jerman urusan Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), mengunjungi IHK Christiani Learning Centre - Competence Centre di Berlin, Federal Institute for Vocational Education and Training/ Bundesinstitut fur Berufsbildung (BiBB) di Bonn, Competence Center di Koblenz pada bulan Oktober 2023. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu tentang sistem Pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.
Dalam kesempatan sharing session tersebut, Prof. Thomas Koehler menyampaikan upaya-upaya Pemerintah Jerman dalam menyiapkan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi pada generasi muda. Salah satunya adalah dengan menyiapkan angkatan kerja menjadi entrepreneur, memberikan peluang usaha dan memberikan literasi digital.
Koehler menyampaikan, bila pemerintah Indonesia ingin menyiapkan generasi muda angkatan kerja produktif, maka bukan hanya dalam hal pendidikan dan pelatihan vokasi saja yang harus dilakukan, tetapi membentuk generasi muda untuk berdikari, menjadi entrepeneur, dan membuka usaha-usaha rintisan seperti industri Start Up. Termasuk juga menyediakan lapangan kerja dan kesempatan yang mumpuni untuk para generasi muda.