nasional

Kemenko PMK Tekankan Kompetensi Berwirausaha Penciri Vokasi Indonesia

Sabtu, 11 November 2023 | 11:32 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Warsito. Foto: Kemenko PMK.


NAWACITApost.com – Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Warsito bersama dengan Pakar Pendidikan Guru Besar Bidang Teknologi Pendidikan pada Departemen Pendidikan Vokasi Technische Universitaet Dresden - Jerman, Prof. Thomas Koehler, mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk berbagi informasi pengetahuan tentang pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi, Jum'at (10/11/2023).





Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy telah menerima audiensi Prof. Thomas Koehler, di Kantor Kemenko PMK Jakarta pada Kamis (9/11/2023).





Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Fauzan; Asisten Deputi Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Tinggi Kemenko PMK Ahmad Saufi; Para Rektor dan Direktur peguruan tinggi di Malang, serta Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Malang.





Deputi Warsito mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia tengah fokus pada menyiapkan tenaga kerja yang berdaya saing dan siap memasuki dunia kerja dan juga berdikari melalui aktivitas wirausaha termasuk membuka usaha rintisan seperti industri Start Up.





Dalam menyiapkan generasi muda angkatan kerja produktif, tidak hanya dalam hal pendidikan dan pelatihan vokasi saja, tetapi juga membentuk generasi muda untuk berdikari menjadi entrepeneur. Termasuk komitmen pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja dan kesempatan yang mumpuni untuk generasi muda.





Salah satu bentuk nyata fokus pemerintah dalam menyiapkan hal tersebut adalah dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Revitalisasi ini diperlukan untuk menyiapkan tenaga kerja yang unggul, berdaya saing, terampil, bermutu, dan kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.





Jumlah siswa atau lulusan pendidikan vokasi di Indonesia lebih banyak dari pada jumlah formasi di industri besar, maka pendidikan di Indonesia juga diarahkan pada kompetensi berwirausaha dan juga pemagangan di UMKM, ujar Deputi Warsito.


Halaman:

Tags

Terkini