nasional

Deputi Kemenko PMK Sebut Pemuda Memiliki Potensi Besar dalam Memajukan Negara Indonesia

Sabtu, 11 November 2023 | 11:23 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum. Foto: Kemenko PMK.


NAWACITApost.com – Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Woro Srihastuti Sulistyaningrum menyampaikan, pemuda Indonesia memiliki potensi kontribusi yang besar dalam memajukan Negara Indonesia.





Hal ini didukung dengan proyeksi puncak bonus demografi pada tahun 2030. Berdasarkan data BPS Februari tahun 2022 menunjukkan bahwa jumlah pemuda yang tergolong Generasi Z dan Millenials sebanyak 67,13 juta penduduk, atau sekitar 24,3% dari jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai 275,77 juta penduduk.





Menurut Deputi yang akrab disapa Lisa, potensi pemuda untuk memajukan Indonesia sangat besar, apalagi bila mereka mau mandiri dan menjadi wirausaha dan berani berbisnis. Berdasarkan Survei World Economic Forum (2019) sebanyak 35,5 persen pemuda usia 15 s.d. 35 tahun di Indonesia berkeinginan menjadi pengusaha. Indeks persepsi tersebut termasuk yang tertinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.







Hal tersebut disampaikannya saat memberikan Kuliah Penumbuhan Minat Kewirausahaan Pemuda, dengan Tema: "Penguatan Kewirausahaa Pemuda Selaman Menuju Wirausaha Mandiri", di Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, pada Rabu (8/11/2023).





"Pemuda memiliki potensi yaitu energi, kreativitas dan inovasi penguasaan teknologi, yang dapat menjadi peluang dalam penumbuhkembangan wirausaha," ungkapnya.





Namun, Lisa menjelaskan, wirausaha pemuda masih dihadapkan berbagai tantangan. Dia menyebutkan, bahwa salah satu faktor penghambat terbesar tumbuhnya wirausaha baru adalah rasa takut untuk memulai usaha. Laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) menunjukkan, posisi Indonesia di peringkat ke-40 dari 43 negara dalam hal fear of failure (opportunity).





"Tantangan lainnya bagi kewirausahaan pemuda seperti produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, belum cukupnya pemahaman mengenai dinamika kewirausahaan, kurangnya dukungan keluarga untuk menjadi pengusaha yang lebih mendorong menjadi PNS/karyawan perusahaan, akses permodalan, pemasaran hingga masih minimnya jejaring bisnis.," tuturnya.


Halaman:

Tags

Terkini