"Dengan berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka dari latar belakang yang berbeda dan menerima perbedaan, kaum muda dapat membantu meruntuhkan hambatan dan mendorong persatuan di wilayah kita yang beragam. Melalui perspektif segar dan kemauan untuk bekerja sama, mereka dapat membantu membentuk komunitas yang lebih inklusif dan harmonis," ungkapnya.
Ketiga, Kekuatan Partisipasi Pemuda dalam Proses Pembuatan Kebijakan. Salah satu aspek penting dalam pemberdayaan generasi muda adalah partisipasi aktif mereka dalam proses pengambilan kebijakan. Melibatkan pemuda dalam diskusi saja tidak cukup, harus melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan, memastikan bahwa suara mereka didengar dan ide-ide mereka berkontribusi dalam membentuk kebijakan yang mempengaruhi kehidupan mereka.
"Melalui kerja sama dengan para pengambil kebijakan, generasi muda kita dapat memberikan perspektif baru, solusi inovatif, dan rasa urgensi terhadap tantangan yang kita hadapi," ujarnya.
Deputi Lisa menyampaikan, unsur pemuda bisa dilibatkan untuk mencari solusi dalam menghadapi permasalahan Negara-negara Anggota ASEAN, seperti tantangan ekonomi, geopolitik, keamanan, dan sosial budaya. Hal ini termasuk mengembangkan kebijakan strategi yang berorientasi pada pemuda.
Menurutnya, beberapa hal yang harus diprioritaskan untuk keterlibatan generasi muda dalam pembangunan ASEAN yaitu: Mempromosikan Aksesibilitas Ekonomi Digital bagi Kaum Muda; Menyediakan Lapangan Kerja dan Peluang; Menumbuhkan peluang kerja dan prospek karir sangat penting untuk memastikan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi kaum muda; Memajukan Agenda Pemuda, Perdamaian, dan Keamanan; Memberdayakan individu muda untuk memajukan perdamaian dan keamanan di tingkat lokal dan global sangat penting untuk stabilitas ASEAN; Mengatasi Ancaman Keamanan Siber dan melindungi generasi muda dari ancaman digital; Mencegah Ekstremisme Kekerasan; Merangkul Inklusivitas bagi Penyandang Disabilitas.
Lisa menyampaikan, dengan adanya kegiatan Pemuda ASEAN 2023, dengan tema "Pemuda ASEAN: Penjaga Masa Depan Berkelanjutan untuk ASEAN yang Tangguh," menjadi bukti komitmen untuk membina dan mendukung generasi muda dalam memikul tanggung jawab besar di masa depan.
Dia berharap kegiatan ini menjadi katalis dalam pertukaran gagasan yang bermanfaat, dan pembentukan jaringan serta kolaborasi yang akan memungkinkan generasi muda berpartisipasi aktif dalam membangun sebuah negara dan ASEAN yang lebih kuat, lebih sejahtera, dan bersatu.
"Karenanya kita perlu membekali mereka dengan keterampilan, pengetahuan, dan bimbingan yang diperlukan untuk menjadi pemimpin dan pembuat perubahan yang efektif. Dengan berinvestasi pada generasi muda saat ini, kita berinvestasi untuk masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.