Kamis, 4 Juni 2026

PBB Butuh USD294 Juta Untuk Bantu Pengungsi di Gaza

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 13 Oktober 2023 | 09:41 WIB

NAWACITApost.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan permohonan darurat sebesar USD294 juta untuk memenuhi kebutuhan mendesak di Gaza dan Tepi Barat, Palestina. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu lebih dari 1,2 juta orang pengsungsi.

Dilansir dari BNN Network, saat ini Jalur Gaza menghadapi kekurangan air yang parah setelah pembangkit listriknya kehabisan bahan bakar, sehingga memutus satu-satunya sumber listrik di wilayah tersebut. Krisis ini menyebabkan sebagian besar penduduk Jalur Gaza tidak memiliki akses ke air minum, sehingga sebagian penduduk terpaksa meminum air laut.

PBB juga menyatakan keprihatinannya terhadap 50.000 ibu hamil di Jalur Gaza yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan perawatan, termasuk sekitar 5.500 orang yang diperkirakan akan melahirkan pada bulan mendatang. "Kurangnya akses ke air bersih dan listrik semakin memperparah tantangan yang dihadapi para wanita ini," tulis BNN Network, dikutip Jumat (12/10/2023).

Seruan mendesak PBB menggarisbawahi bahwa situasi yang mengerikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza serta menyoroti kebutuhan akan solidaritas internasional. Ini adalah seruan kepada komunitas global untuk bangkit, berkontribusi dengan murah hati, dan membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina.

Dilansir dari Al Jazeera, sejak serangan Israel ke Jalur Gaza dimulai pada hari Sabtu (7/10/2023), lebih dari 73.000 penduduk Palestina yang tinggal di sepanjang wilayah timur dekat perbatasan Israel telah meninggalkan rumah mereka untuk berlindung di sekolah-sekolah milik badan pengungsi PBB. Menurut Adnan Abu Hasna, juru bicara media untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), orang-orang berdatangan dari semua bagian Jalur Gaza, karena daerah tersebut menghadapi pengeboman udara yang intens.

"Warga telah berlindung di 64 sekolah, dan akan terus bertambah, karena mereka percaya bahwa sekolah-sekolah itu adalah tempat teraman di Jalur Gaza karena berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Abu Hasna.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini